Jakpro Gelar Media Gathering Bersama Wartawan Balaikota

Gathering

Jakpro Gelar Media Gathering Bersama Wartawan Balaikota

JAKARTA-  PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggelar media gathering bersama Wartawan Balaikota DKI Jakarta. Gathering yang digelar di Kantor Jakpro ini, dihadiri sekitar 30 wartawan cetak dan online yang berkecimpung dalam liputan di Pemprov DKI Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Presdir PT Jakpro Satya Heragandhi menjelaskan kebijakan usaha Jakpro sebagai BUMD sebagai penggarap proyek penugasan proyek sarana Asian Games 2018. Tahun depan, Jakpro fokus untuk menuntaskan proyek penugasan Asian Games. Diketahui,  tiga penugasan Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro yakni pembangunan Velodrome, Equestrian dan LRT Jakarta.

“Akhir tahun ini, semua proyek terus berjalan dan terakhir, penggarap LRT Jakarta sudah siap dan tinggal tancap gas. Begitupun Velodrome lebih cepat pengerjaanya sekitar 3% dari target, dan Equestrian juga terus berjalan. Ini menjadi fokus kami, di tahun depan,” ungkap Dirut PT Jakpro, Satya Heragandhi, dalam Media Gathering bersama dengan Koordinatoriat Wartawan Balaikota DKI Jakarta, di Kantor Jakpro, Jakarta, kemarin.

Turut hadir dalam kegiatan media gathering, Corporate Secretary Jakpro Achmad Hidayat, Project Director Velodrome, Dharmananda Lukito, Project Manger Velodrome, Iwan Takwin.

Gathering 2

Lebih lanjut Satya menerangkan, setelah mendapatkan penggarap LRT Jakarta  yakni WIKA maka proyek transportasi berbasis rel ini segera memasuki pengerjaan fisik. Proyek dengan nilai sekitar 5,2 Triliun ini, akan digenjot.” Pekerjaan P 101 sudah selesai, dan dilanjutkan P 102. Kami berharap proyek ini berjalan lancar,” ujarnya.

Dua proyek lainnya, tambah Satya, Velodrome dan Equestrian terus berjalan. Untuk Velodrome lebih cepat pengerjaan dari target 6% dari total keseluruhan pengerjaan mencapai sekitar 30%. Sementara, untuk sarana ketangkasan berkuda, juga sudah mendapatkan persetujuan desain dari FEI serta pekerjaan pendahuluan sudah tuntas. “Jadi, tiga proyek tetap on schedule dan akan dikejar terus.”

Selain itu, menurut Satya Heragandhi,  penugasan yang tidak kalah pentingya yakni penyediaan pengolahan sampah di dalam kota dikenal Intermediate Treatment Facility (ITF). Jakpro juga sudah mendapatkan partner yang meyakinkan yakni Fortum dari Finlandia untuk proyek ITF Sunter.

“Dengan lahan yang sama, sekitar 3 ha, bisa dimanksimalkan untuk pengolahan sampah dengan volume hingga 2.000-2.200 ton per hari. Ini jauh lebih tinggi dari rencana sebelumnya yang hanya mampu mengolah sekitar 1.000 ton saja.”

Selain itu, lanjut Satya Heragandhi, Jakpro melalui anak usahanya yakni PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) terus menambah SPBG yang sekarang sudah mencapai 10 lokasi. Dengan begitu, JUP sebagai market leader dalam penyediaan SPBG di Kota Jakarta.

“JUP terus menambah SPBG dan terbuka untuk akuisisi SPBG lainya. Bahkan tidak hanya sektor energi, bidang penyediaan air minum juga digeluti oleh JUP dengan pembangunan WTP.”

Anak usaha Jakpro, tambah Satya, untuk bidang infrastruktur seperti PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) yang mulai menggeluti usaha bidang backbone fiber optic dan Menara Telekomunikasi.

“Sekarang memang JIP menggeluti usaha fiber optic dan menara telko, dan untuk selanjutnya diharapkan tahun depan terjun dengan investasi. Ini dilakukan, dengan tanpa mengesampingkan usaha tol strategis di dalam dan luar Kota Jakarta,” tuturnya.

Gathering 3

Kinerja Membaik

Menjelang akhir tahun, PT Jakarta Propertindo memiliki kinerja yang makin membaik. Proyeksi ini dengan asumsi pembagian dividen 40% dari laba komprehensif pemilik entitas induk tahun 2016 yang diprediksi mencapai angka Rp90,6 miliar dari laba komprehensif Rp170,5 miliar.

Mengenai Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMD), Satya Hergandhi menambahkan, pada APBD 2016 diterima sebesar Rp 1 triliun akan digunakan pada semester I-2017 untuk membiayai proyek penugasan. Pada semester II diperkirakan tambahan PMD sebesar Rp 1,95 triliun untuk khusus dialokasikan proyek penugasan.

Tentu saja, tambah Satya Heragandhi, Jakpro sebagai entitas bisnis tidak hanya mengandalkan PMD, perusahaan tetap mencari pendanaan secara mandiri. Jakpro akan menerbitkan obligasi ataupun alternatif pendanaan lainnya untuk memenuhi kebutuhan dana baik penugasan maupun komersial.

suh/