Jakpro-Pordasi Bakal Gelar Banyak Lomba Berkuda di Equestrian Park

Jakpro Pordasi

Jakpro-Pordasi Bakal Gelar Banyak Lomba Berkuda di Equestrian Park

Jakarta-PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melalui anak perusahaannya, PT Pulomas Jaya ,bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) berencana menggelar banyak event pertandingan nasional dan internasional untuk cabang olahraga berkuda di Equestrian Park, Jakarta Timur.

Dengan banyaknya event berkuda, selain dapat melahirkan bibit unggul atlet juga dapat membantu pemeliharaan dan perawatan arena berkuda yang baru dibangun untuk Asian Games 2018 itu.

Seperti yang dilakukan Pordasi dan Zaganosh Equine Centre bersama PT Pulomas Jaya menggelar Zaganosh Dressage dan Show Jumping Championship 2019 di Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur. Kejuaraan tingkat nasional yang digelar 28 Februari hingga 3 Maret itu mempertandingkan discipline dressage (tunggang serasi) danshow jumping (lompat rintangan).

JIEP 2

Ketua Panitia Penyelenggara Zaganosh, Hartanto, mengatakan, event ini dilaksanakan untuk kelas pemula hingga profesional. “Kegiatan kejuaraan ini, termasuk salah satu pembinaan kepada atlet muda. Selain itu, mereka juga bisa merasakan bermain atau bertanding di venue berstandar internasional. Jika sebelumnya hanya bisa melihat, sekarang mereka bisa merasakan dan berpartisipasi. Dengan begitu mereka akan familiar bertanding di venue berstandar internasional,” kata Hartanto di Equistrian Park Pulomas, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu, (3/3).

Ia menyebut event ini diikuti 38 klub, 175 kuda, dan 180 atlet dari seluruh Indonesia. “Alhamdulillah berjalan lancar dan kami didukung dan support Pulo Mas Jaya,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Ketua Umum PP Pordasi, Eddy Saddak, mengungkapkan, kejuaraan Zaganosh merupakan event kedua setelah Asian Games yang digelar di Equestrian Park Pulomas. Ke depan, pihaknya bersama PT Pulo Mas akan menggelar banyak program baik event nasional maupun internasional.

“Kami memang mencanangkan pada tahun 2019, hampir setiap bulan akan digelar kejuaraan berkuda di tempat. Termasuk di Equestrian Park. Seperi di bulan ini kita gelar di Equestrian Pulo Mas. Ini untuk menjaga ritme pembinaan. Jika sudah berjalan lancar, tidak hanya kompetisi seperti ini, teman-teman juga bisa bawa kuda ke sini latihan, berlatih di sini,” kata Eddy.

Menurutnya, keberadaan Equestrian Park merupakan angin segar bagi para atlet cabang olahraga berkuda. Karena, akhirnya mereka mempunyai tempat latihan yang berstandar internasional. Bahkan, Pordasi merencanakan akan membuka kantor sekretariat di venue tersebut.

“Kami senang dengan adanya venue berkuda berstandar internasional. Para atlet muda, pemula bisa melakukan pelatihan di venue yang diakui dunia. Para atlet profesional juga bisa berlatih di sini, karena fasilitas lengkap. Kami siap melaksanakan banyak kegiatan kejuaraan agar seluruh fasilitas di venue ini dapat dinikmati banyak orang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pulo Mas Jaya, Yudha Ketaren menuturkan, pihaknya akan berkerja sama dengan Pordasi untuk menghadirkan eventnasional dan internasional dan kegiatan tersebut harus ada dalam kalender Pordasi. “Jadi semua event harus didukung Federation Equestrian International (FEI) dan Indonesia melalui Pordasi,” kata Yudha.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto, mendukung sepenuhnya rencana PT Pulomas Jaya bersama Pordasi untuk banyak menggelar event nasional dan internasional sepanjang 2019 di Equestrian Park Pulomas.

“Karena venue ini sudah memiliki sertifikat internasional. Bahkan telah menjadi salah satu venuecabor berkuda terbaik di negara maju lainnya,” kata Dwi.

Agar pemanfaatan Equestrian Park Pulomas dapat berjalan dengan baik, PT Jakpro sedang melakukan tender untuk pemeliharaan dan pengelolaan venue tersebut. Salah satu syarat mengikuti tender adalah, peserta wajib mengadakan event lomba berkuda internasional sebanyak tiga kali dalam setahun.

“Itu sudah menjadi syaratnya. Mereka harus bisa mendatangkan atau menggelar kegiatan kejuaraan internasional minimal tiga kali dalam setahun di venueini. Selain itu, mereka juga harus mampu menghasilkan profit dari pemeliharaan dan pengelolaan Equestrian,” terangnya.

Sumber: sindonews.com