Jakpro Raih “Indonesian Living Legend Companies 2018”

Majalah SWA

Jakpro Raih “Indonesian Living Legend Companies 2018”

Jakarta-PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mendapat anugerah sebagai “Indonesian Living Legend Companies 2018.” Jakpro terpilih sebagai merek asli Indonesia yang sudah melegenda, melalui perjalanan panjang dan penting. Perusahaan telah membuktikan terus berkiprah hingga sekarang, dan mampu menunjukkan kinerja bagus serta bisnis yang terus bertumbuh. Salah satu hal yang membanggakan dari dunia korporasi di Indonesia adalah menjadi bagian dari sederet perusahaan asli negeri ini yang layak disebut sebagai “the living legends”.

“Kami sangat merespon baik, atas hasil riset yang dilakukan Majalah SWA dan SWANETWORK, tentang perusahaan BUMN dan BUMD yang melegenda, dan menetapkan Jakpro sebagai Indonesian Living Legend Companies 2018,” ungkap Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Dwi Wahyu Daryoto, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, (12/10).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Jakarta Porpertindo, Hani Sumarno, Jakpro memiliki sejarah panjang dengan kiprah perjalanan usahanya diatas 50 tahun. Cikal bakal perusahaan berawal dari pembentukan Badan Pengelola Lingkungan (BPL) yang didirikan Pemprov DKI Jakarta pada 1960 dengan tanggung jawab pengelolaan di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Lebih lanjut, Hani Sumarno menerangkan, pada September 1997 didirikan PT.Pembangunan Pluit Jaya dengan berbekal dari limpahan aset eks BPL Pluit. Pekembangan selanjutnya, PT. Pembangunan Pluit Jaya bergabung (merger) dengan PT. Pembangunan Pantai Utara Jakarta, dan berubah menjadi PT. Jakarta Propertindo sejak 15 Desember 2000 lalu. PT Jakarta Propertindo sebagai subholding bagi BUMD yang membidangi usaha properti milik Pemprov DKI Jakarta.

“Jakpro telah membukukan portofolio cemerlang seperti pengembangan kawasan modern Pluit, kawasan terpadu Pulo Mas, pembangunan gedung perkantoran, hunian, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas publik lainnya.”

Dalam perjalanannya, tambah Hani Sumarno, PT Jakpro mulai merambah usahanya ke sektor infrastruktur sejak tahun 2005. Proyek-proyek yang digarap meluas pada pembangunan jalan tol, waduk, dan prasarana infrastruktur lain.

/red