Sejarah

Sejarah

 

Sejarah PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) berawal dari Pluit, Jakarta Utara. Perusahaan properti dan infrastruktur milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini awalnya sebuah Badan Pengelola Lingkungan (BPL) yang didirikan pada 1960 dengan tanggung jawab mengelola kawasan Pluit.

Selanjutnya pada September 1997 didirikan PT. Pembangunan Pluit Jaya dengan limpahan aset dari eks BPL Pluit. Kemudian setelah merger dengan PT. Pembangunan Pantai Utara Jakarta, PT. Pembangunan Pluit Jaya berubah menjadi PT. Jakarta Propertindo pada 15 Desember 2000 sebagai subholding bagi Badan Usaha Milik Daerah bidang properti milik Pemerintah DKI Jakarta.

Jakarta Propertindo telah membukukan portofolio cemerlang seperti pengembangan kawasan modern Pluit, kawasan terpadu Pulo Mas, reklamasi pantai, pembangunan gedung perkantoran, hunian, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas publik lain.

Dalam perjalanannya Jakarta Propertindo tak hanya membidangi sektor properti, namun merambah ke sektor infrastruktur sejak 2005. Proyek-proyek yang digarap meluas pada pembangunan jalan tol, waduk, dan prasarana infrastruktur lain. Akhirnya pada 2013 fokus garapan perusahaan dibagi menjadi tiga Sub Holdings yakni properti, infrastruktur, dan utilitas.

Berbekal pengalaman panjang, aset, serta manajemen dan sumber daya yang kuat, Jakarta Propertindo terus berekspansi dan mengukuhkan diri bukan hanya menjadi perusahaan yang menghasilkan profit, tapi juga agen development yang memberi kontribusi ke masyarakat luas. 

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta No.10 Tahun 2018 tentang Perseroan  Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), per Desember 2018, PT Jakarta Propertindo berganti nama yakni PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Berkaitan hal tersebut, sesuai dengan Surat Edaran Direksi PT Jakarta Propertindo No.004/UT2000/109/2019 tentang Pemberitahuan Perubahan Nama Perusahaan PT Jakarta Propertindo, manyatakan efektif perubahan nama perusahaan menjadi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) pada 1 April 2019.