Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki ( PKJ TIM) untuk Wajah Baru Jakarta

Image preview

Jakarta, 3 Juli 2019 – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hari ini, Rabu (3/7/2019) memulai Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta – Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) bertempat di selasar kawasan TIM, Jl. Cikini Raya Jakarta Pusat. Revitalisasi PKJ TIM dalam rangka meningkatkan dan memutakhirkan kawasan menjadi sentra kegiatan kesenian dan kebudayaan bertaraf internasional. Revitalisasi meliputi perencanaan, pembangunan, serta pengelolaan dan perawatan.

Visi revitalisasi adalah melahirkan kembali PKJ TIM dengan pengembangan Laboratorium Seni, Etalase Seni, dan Baromater Seni yang dapat menjadi bagian perjalanan wisata seni budaya. Konsep yang dibangun adalah keberpihakan terhadap pemajuan kesenian Jakarta.

Revitalisasi   ini   merupakan   pelaksanaan   Pergub   No.68/2018   tentang   Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah dan Kepgub No.1042/2018 tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah. “PKJ TIM diproyeksikan melahirkan seniman-seniman besar Indonesia dengan tetap melestarikan fungsi dasarnya sebagai taman warga kota,” ungkap Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Dwi Wahyu Daryoto, di sela-sela acara seremoni Revitalisasi PKJ  – TIM, Rabu (3/7).

Revitalisasi PKJ – TIM memerlukan dana Rp1,8 Triliun. Sumber dana dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) DKI Jakarta tahun 2019 sebesar Rp200 Miliar. Diharapkan, revitalisasi dapat rampung pada medio 2021, dan soft opening dapat dilakukan pada Agustus 2021.

Perjalanan panjang revitalisasi diawali sejak sayembara konsep desain pada tahun 2007 yang dimenangkan oleh arsitek Andra Matin.  Tahun ini, diselenggarakan Diskusi Grup Terarah (Focus Group Discussion) pada 20 Februari 2019 bersama dengan Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta TIM, dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Yayasan Seni Budaya  Jakarta, Akademi Jakarta, serta para Seniman. Jakpro juga menyelenggarakan Dengar Pendapat Publik pada

28 Mei 2019, yang dihadiri oleh masyarakat sekitar TIM tentang Analisis Mengenai Dampak

Lingkungan (AMDAL).

Pembangunan tahap 1 meliputi bangunan Masjid Amir Hamzah berlokasi di area Plaza Graha Bhakti Budaya, Gedung Parkir Taman dan Pos Damkar (Juli-Desember 2019). Pararel, Gedung Perpustakaan dan Wisma TIM (Juli 2019-Desember 2020) di area ex kantor DPP angkatan 66 ARH hingga jajaran kantin. Basic Design tahap 1 telah selesai dan sudah melewati proses tender untuk pemilihan kontraktor rancang bangun.  “Dengan revitalisasi, hadir wajah baru Jakarta dengan multibenefit kualitatif, dari mulai prestasi, edukasi, hingga rekreasi,” tutup Dwi

Fact Sheet

Landasan Penugasan

Peraturan Gubernur No.63/2019 tentang Penugasan Kepada Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah) Untuk Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki.

Tujuan Pembangunan

  1. Infrastruktur bertaraf internasional
  2. Konten kesenian di Jakarta berkelas dunia c.  Destinasi wisata kultural yang unggul
  3. Ikon (landmark) kota yang berkarakter

Konsep Desain

Ramah lingkungan, ramah difabel, optimalisasi ruang publik

Benefit Kualitatif

  1. Prestasi
  2. Sarana dan  prasarana  untuk  mendorong  lahirnya  talenta-talenta  berkualitas internasional
  3. Barometer seni dan budaya terkemuka
  4. Etalase karya seni dan budaya yang lebih baik
  5. Meningkatkan ekonomi kreatif di kawasan Cikini sebagai pusat kebudayaan e. Bangkitkan kawasan Cikini
  6. Edukasi
  7. Pusat Penelitian dan Pengembangan Seni Budaya yang berkualitas;
  8. Fungsi Planetarium yang lebih modern;
  9. Wadah edukasi seni budaya yang lebih modern;
  10. Rekreasi
  11. Destinasi wisata yang unggul b. Prestise warga Jakarta
  12. Sosial interaksi yang berkualitas
  13. Landmark kota Jakarta yang berkarakter e. Kualitas lingkungan yang lebih baik

Rencana Pembangunan Tahap II

  1. Asrama Seni Budaya (Januari 2020 – Juni 2021) → dibangun pada area plaza di depan Theater Jakarta
  2. Theater Arena (Januari 2020 – Desember 2020) → dibangun pada area ex Galeri

Cipta III dan Cinema XXI

  1. Renovasi/upgrading  Planetarium,  Graha  Bhakti  Budaya,  ex  Perpustakaan menjadi Pusat Seni Film, landscape dan hardscape (Januari 2021 – Juni 2021)

Luas Kawasan: 72.551 m2