Animo Seri Balapan Jakarta E-Prix Paling Tinggi di Formula E Musim Ini

Foto: motorsport.com

Animo Seri Balapan Jakarta E-Prix Paling Tinggi di Formula E Musim Ini

Jakarta, 9 Juni 2022- Formula E di Jakarta atau Jakarta E-Prix baru digelar pada Sabtu, 4 Juni 2022 lalu. Tim Formula E Operation (FEO) mencatat bahwa animo para penggemar balapan ini begitu tinggi. Hal ini terbukti dari tingginya keterlibatan atau engagement audiens di media sosial Formula E dan siaran langsung di televisi. Bahkan engagement ini tercatat lebih tinggi dari engagement rata-rata seri balapan lain di musim kedelapan ini.

Berangkat dari itu, Ketua FEO Alberto Longo menghaturkan terima kasih kepada pendukung acara dan masyarakat Indonesia karena Jakarta E-Prix telah terselenggara dengan baik. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah acara yang luar biasa. Animo masyarakat begitu luar biasa, di mana beberapa catatan kami telah membuktikannya,” tutur Longo saat konferensi pers daring, Kamis (9/6/22).

Tercatat bahwa siaran langsung Jakarta E-Prix di kanal RCTI ditonton oleh 10 juta orang. Jumlah penonton ini meningkat lebih dari 50% jika dibandingkan dengan rata-rata balapan di musim saat ini. Tak hanya itu, pada acara Jakarta E Prix 2022 terdapat 150 TV broadcast di 150 negara ditambah jutaan viewers di online streaming hanya dalam beberapa hari. “Indonesia mencetak rekor dengan penonton siaran tertinggi. Kami yakin bisa mencapai angka 50 juta penonton dari seluruh dunia saat balapan.

Itu sebabnya saya mengatakan bahwa ada dampak besar terhadap ekonomi Jakarta, karena ekspos media dari negara lain ini (Indonesia),” kata Longo. Selain itu, penayangan video, social engagement, hingga social impression mengenai Jakarta E-Prix di ruang digital juga melesat lebih tinggi daripada rata-rata musim ini. Didapati bahwa penayangan video mencapai 7,4 juta kali, yang artinya 62% lebih tinggi dari ratarata musim ini. Kemudian social engagement-nya mencapai hampir satu juta atau 27% lebih tinggi dari rata-rata musim ini.

Sementara itu, social impression mencapai 22,6 juta, naik 22% dari ratarata musim ini. Longo menambahkan bahwa pihaknya memperoleh lebih dari 50 ribu pengikut sosial baru. “Yang terbesar adalah YouTube dengan 26.5k, Instagram 8k, Twitter 4.7k, Facebook 1.3k dan Tiktok lebih dari 1000,” sambungnya.

Bukan hanya itu. Tingginya animo penggemar terhadap balapan juga bisa dilihat dari ludesnya penjualan 60.000 tiket Jakarta E-Prix untuk menonton balapan langsung di Ancol, Jakarta Utara. Longo mengatakan bahwa capaian itu serta berbagai tantangan dalam proses pegeleran acara sebelumnya hanya bisa ditangani oleh tim yang hebat. “Di Jakarta E-Prix ini, tim yang hebat itu dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang saya ucapkan terima kasih atas hal-hal yang sudah dia lakukan untuk kami. Kami juga berterima kasih kepada Ahmad Sahroni yang terlah berperan penting untuk kelancaran acara. Tentu saja, terima kasih pula kepada Jakpro yang mendorong kesuksesan acara. Kami berterima kasih pula kepada Presiden Joko Widodo dan jajarannya,” tuturnya.

Longo mengatakan bahwa Jakarta E-Prix menjadi balapan pertama Formula E di Indonesia. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah balapan karena punya misi yang sejalan dengan pihaknya. “Indonesia sejalan dengan seluruh misi kami dalam menyatukan semua orang dan budaya melalui pemikiran dan tindakan progresif untuk melindungi Bumi dan penduduk untuk generasi mendatang,” terang dia.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia berpikiran maju dan bersemangat tentang keberadaan inovasi. Ke depannya, Longo mengatakan Formula E sedang mempertimbangkan akan mengadakan dua seri balapan di Jakarta pada season selanjutnya, dan di kesempatan itu akan menambahkan kuota penonton supaya lebih banyak penggemar bisa ikut menonton langsung. “Kami sedang merencanakan dan mempersiapkan balapan untuk musim selanjutnya. Kami berharap ada dua balapan di Jakarta untuk itu, dan berharap juga menambah kuota penonton hingga 150.000 orang,” ungkapnya. “Kami akan mengumumkan rencana musim selanjutnya pada Jumat, 24 Juni mendatang melalui situs dan media sosial.”

Lebih lanjut, Longo menekankan bahwa sebetulnya potensi pasar kendaraan listrik di masa mendatang begitu besar. Apalagi mengingat prinsip sustainability selalu digaungkan belakangan ini agar masa depan Bumi jadi lebih baik. Namun demikian, “tidak ada (kendaraan listik [electric vehicle/EV]) yang seperti itu di pasar untuk 3—5 tahun ke depan.”

Menurutnya, pegelaran Formula E bisa mendorong pasar dan adopsi EV yang canggih sekaligus ramah lingkungan. “Mobil ini beda dari mobil lainnya, dan Kami sangat bangga menunjukkan untuk khalayak,” imbuhnya. Untuk diketahui, Formula E sendiri merupakan kejuaraan otomotif pertama di dunia yang menggunakan kendaraan bebas karbon—di mana para pembalap akan mengadu kecepatan mobil listrik. Ini selaras dengan prinsipnya, sustainability. Formula E ingin menunjukkan bagaimana prinsip tersebut bisa mendorong masa depan yang lebih baik dan bersih, melalui penggunaan EV.

Sementara itu, Jakarta EPrix 2022 merupakan salah satu contoh implementasi dari prinsip sustainability itu. Bagi Indonesia, ini menjadi pertama kalinya green sportainment digelar. Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menekankan bahwa melalui Jakarta E-Prix, pihaknya ingin memberi pesan kepada dunia bahwa Jakarta ikut ambil tanggung jawab dalam menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global, dengan memulai transformasi menuju kendaraan ramah lingkungan.