Cetak Tiga Rekor MURI Sekaligus, Jakarta International Stadium (JIS) Siap Menjadi Salah Satu Arena Perhelatan Piala Dunia U-20

default

Cetak Tiga Rekor MURI Sekaligus, Jakarta International Stadium (JIS) Siap Menjadi Salah Satu Arena Perhelatan Piala Dunia U-20

Jakarta, 28 Juli 2021 – FIFA resmi menunda Piala Dunia U-20 di Indonesia di Indonesia. Pandemi virus Covid-19 yang belum usai membuat badan tertinggi sepak bola dunia itu tak punya pilihan selain kembali memundurkan kick-off ke 2023. Penundaan ini menjadi kesempatan bagi Jakarta International Stadium (JIS) untuk mempersiapkan diri menjadi salah satu venue turnamen yang kerap melahirkan wonderkid atau calon bintang sepakbola di masa depan.

Untuk menghadirkan citra yang positif sebagai tuan rumah turnamen sepakbola bergengsi di dunia, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) selaku project owner dan kerja sama operasi (KSO) dengan beberapa perusahaan kontruksi, yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), PT Jaya Konstruksi (JAKON), dan PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk, berkomitmen menuntaskan pembangunan berstandar FIFA yang memiliki kapasitas 82.000 penonton.

Dengan kapasitas sebesar itu, JIS merupakan salah satu stadion termegah di dunia. Berdasarkan laporan Daily Mail pada 20 Februari 2021, JIS masuk dalam 10 stadion termegah di dunia. JIS masuk dalam daftar ke-10 setelah Miami Freedom Park, Lusail Iconic, Bramley-Moore Dock, Camp Nou, Santiago Bernabeu, New Feyenoord, Della Roma, New San Siro, dan Grand Stade de Casablanca. JIS juga memiliki tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas agar dapat bersama-sama menikmati pertandingan dalam stadion.

Tak hanya itu, stadion yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut dibuat dengan konsep atap buka tutup (retractable roof). Hal ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kemudian, JIS merupakan stadion pertama di Indonesia yang dibangun dengan konsep keberlanjutan (sustainability). Kini, meskipun pembangunan kontruksi masih berlangsung, JIS telah mendapatkan sertifikasi Green Building Grade Platinum.

“JIS menjadi stadion di Asia pertama yang mendapatkan sertifikasi itu,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT Jakpro, Nadia Diposanjoyo.

Nadia menambahkan dengan mengusung konsep green building, JIS dapat menghemat energi salah satu diantaranya dengan nilai Overall Thermal Transfer Value (OTTV) mencapai 26,60 W/m2 dari standar maksimum SNI 35 W/m2.

Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) 14/2019 Jakpro diamanahkan untuk membangun dan mengelola kawasan olahraga terpadu JIS. Oleh karena itu, Jakpro berikhtiar untuk mengoptimalkan JIS sebagai kawasan livable city atau kawasan kota layak huni dan berkelanjutan. Dengan demikian, pembangunan megastruktur ini adalah sebagai pusat kegiatan strategis yang tidak hanya mengakomodasi kegiatan olahraga, tetapi juga kegiatan komersial, edukasi, dan hiburan.

Terlebih juga, pembangunan JIS mengacu pada visi bahwa Jakarta merupakan kota maju, lestari, berbudaya dan melibatkan warganya dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi sesama. Sehingga, harapannya hadirnya JIS dapat mendorong semangat pengembangan urban regeneration.

Untuk mendukung konsep pengembangan kawasan olahraga terpadu, JIS di desain dengan konsep transportasi terintegrasi melalui Stasiun Kereta Rel Listrik-Moda Raya Terpadu-Lintas Raya Terpadu dan Bus Rapid Transit (BRT) untuk membangun ruang interaksi publik. Kemudian, fasilitas stadion juga sangat modern, yakni berupa rumput stadion utama dan lapangan latih hybrid turf sesuai standar FIFA serta lahan parkir luas untuk para official team dan tamu VVIP dengan delapan ratus lot parkir mobil dan seratus lot parkir bus, atap buka-tutup, dua ratus tempat duduk khusus difabel, dan skyview deck.

JIS Dirancang Sejak 2010

Konsep pembangunan JIS sesungguhnya sudah direncanakan sejak 2010 oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pada saat itu, desain bangunan JIS sudah dibuat. JIS pada mulanya dirancang sebagai sebuah stadion yang akan menjadi fasilitas baru untuk memajukan olahraga sepakbola Tanah Air.

Pada tahun 2013, JIS disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk menggantikan stadion Lebak Bulus di Jakarta Selatan yang dialih fungsikan menjadi depo Moda Raya Terpadu (MRT) fase 1 Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia sekaligus menggantikan stadion Menteng yang diubah menjadi ruang terbuka hijau, Taman Menteng.

Meski demikian, pembangunan stadion yang terletak di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebut baru terealisasi pada 2019. Apabila merunut ke belakang, pembangunan JIS telah melalui masa kepemimpinan empat Gubernur.

Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Jakpro menghadirkan fasilitas olahraga berstandar internasional, “Stadion Kita” Jakarta International Stadium mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada minggu ke-100 sejak pembangunan dimulai. MURI menganugerahi PT Jakpro bersama mitra tiga kategori, antara lain Lifting Struktur Atap Stadion dengan Bobot Terberat, Stadion Pertama yang menggunakan Sistem Atap Buka-Tutup, dan Stadion Green Building dengan Sertifikasi Platinum Pertama.

Sebagai bentuk syukur atas pemberian rekor MURI kepada JIS, akan menyelenggarakan acara webinar bertajuk “Satu Atap, Satu Bangsa, #StadionKita” pada Rabu, 28 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. Webinar ini dibuka untuk umum dan membahas tentang sejarah sepak bola, pembangunan stadion dan bagaimana JIS dapat memberi manfaat bagi pertumbuhan masyarakat tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga mendukung pertumbuhan para pelaku industri kreatif.

Webinar ini turut mengundang Bapak Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk memberikan Keynote Speech di awal acara, dilanjutkan dengan Opening Remark oleh Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto. Salah satu bagian dari webinar ini adalah sesi diskusi atau Talkshow yang akan dihadiri oleh Sejarawan JJ Rizal, Sports Marketing Footballicious Andhika Suksmana, Ketua Dewan Direksi WEGE-JAKON-PP KSO Nariman Prasetyo, Ketua Dewan Direksi WIKON – BA KSO Dwi Johardian, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Achmad Firdaus.