Dewan Tinjau Persiapan Equestrian dan Velodrom

IMG_DPRD Velodrom

Dewan Tinjau Persiapan Equestrian dan Velodrom

JAKARTA – Komisi E DPRD DKI Jakarta yang membidangi pendidikan, olahraga dan pemuda serta sosial, meninjau pelaksanaan prasarana olahraga penyelenggaraan Asian Games 2018, yakni Velodrome, Rawamangun dan Equestrian, Pulomas, Jakarta Timur. Selain meninjau kedua proyek prasarana tersebut, rombongan Komisi E DPRD, juga bertemu dengan pengurus KNPI DKI Jakarta, terkait gedung KNPI yang berada di area Velodrom.

“Trek pacuan kuda juga dibicarakan dengan Pordasi (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia), dan bagaimana upaya pengelolaan berkelanjutan, jangan terbengkelai baik Equestrian ataupun Velodrom. Pulomas cukup berpengalaman seperti mengurus Waduk Ria Rio dan sebagainya,” ungkap Pantas Nainggolan, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, saat berkunjung di arena pacuan berkuda Pulomas di Jakarta, kemarin.

Pantas juga meminta Jakpro melalu Pulomas Jaya maupun penggarap Velodrome untuk berkoordinasi dengan Dinas Olahraga dan Pemuda, DKI Jakarta, karena keperluan material impor seperti pasir dan sebagainya. “Silahkan koordinasi dengan Disorda, khususnya menyangkut kepabeanan, ada material impor harus datang tepat waktu, pasir, atau kayu sesuai standar dunia,” tuturnya.

Selain Ketua Komisi E DPRD DKI Jakart,a hadir dalam kegiatan peninjauan Equistrian dan Velodrome yakni HM Asraf Ali, Wakil Ketua Komisi E DPRD, serta Anggota Komisi E yakni Hj Indrawati Dewi, Nuraina, Johan Musyawa, Tubagus Arif,  Belly Bilalusalam, H Mualif, serta H Hasan Basri Umar Turut hadir juga Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Firmansyah.

Asraf Ali mengatakan, asset yang dikelola oleh Pulomas dengan lahan 34 ha merupakan nilai asset yang luar biasa. Meskin begitu dalam proyek Equestrian untuk Asian Games tersebut, harus didukungan dengan sosialisasi yang baik.”Fasiltas harus berstandar dunia, agar para pecinta olahraga berkuda dunia tertarik berlatih di Pacuan, Rawamangun.”

Dirut PT Pulomas Jaya, Landi Rizaldi mengatakan, pengelola terus berkoordinasi dengan Pordasi. Demikian juga minta masukan Equestrian berstandar international seperti apa. Dan sekarang sudah mendapat rekomendas standar dari dunia, Federasi Olahraga Berkuda Internasional (FEI) maupun Komite Olimpiade Asia (OCA).” Kami terbuka design seperti apa dan didampingi konsultan international.”

Mengingat investasi equestrian yang cukup besar, Pulomas Jaya juga berupaya untuk tetap merawat pacuan kuda ini dengan jalan menggali pemasukan pendapatan lainnya, tanpa mengganggu kegiatan pacuan berkuda. Perawatan sangat penting, jangan sampai terbengkelai seperti negara-negara lainnya.

“investasi yang sangat besar setelah Asian Games, terus bagaimana kembalinya. Hal ini juga terjadi di negara-negara lain, seperti Inggris atau China, yang seolah habis kegiatan kurang terawat.Ini tugas yang berat.” Landi berharap prasarana pacuan kuda ini tuntas September 2017, dan masih ada waktu untuk mendapatkan sertifikasi.

Komisi E Meninjau Prasarna Berkuda/Equestrian
Dirut PT Pulomas Jaya Landi Rizaldi bersama Ketua Komisi E DPRD, Pantas Nainggolan bersama rombongan tinjau rencana renovasi Equestrian, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (24/3)

Proyek Velodrom

Dhamananda Lukito, Director Project Velodrom Jakpro mengatakan, pada April nanti diharapkan pemenang lelang pengerjaan velodom bisa ditetapkan. Berharap, proyek Velordrom dapat langsung berjalan dengan durasi pengerjaan hingga 18 bulan.

“Mudah-mudahan bulan Mei, proyek berjalan dan butuh waktu sekitar 18 bulan atau berjalan hingga Januari 2018. Diperkirakan, enam bulan sebelum Asian Games pada Agustus 2018 semua tuntas,” tuturnya.

Disela-sela dalam kunjungan Komisi E DPRD ke Velodrome, romobongan juga meninjau gedung KNPI yang berada di area dalam proyek Velodrom. Dewan meminta para pengurus turut mendukung kegiatan Asian Games 2018 yang diselenggarakan Agustus 2018 nanti. Pantas Nainggolan meminta pengurus merelakan gedung KNPI untuk prasarana Velodrom Rawamangun.

suh/