Direksi Jakpro Gelar “Coffee Morning” Bersama

coffee

Direksi Jakpro Gelar “Coffee Morning” Bersama

JAKARTA – Jajaran direksi PT Jakarta Propertindo terus memberikan semangat kepada seluruh karyawan di Head Office Gedung Thamrin City Lt.1, Jakarta. Manajemen berharap karyawan memiliki gairah dalam menjalankan kegiatan di kantor BUMD DKI Jakarta ini.

“Berkerja tidak hanya sampai jam 05:00 sore bubar, tetapi harus memiliki passion (gairah), dan professional,” ungkap Dirut Jakpro, Satya Heragandhi, dalam acara Coffee Morning dengan karyawan di Jakarta, Rabu (18/5) kemarin. Ia meminta para karyawan untuk tetap bersemangat dan bangga menjadi bagian dari BUMD DKI Jakarta yakni PT Jakpro.

Disisi lain, Satya menguraikan, beberapa proyek penugasan terhadap Jakpro seperti prasarana Asian Games, yakni LRT Jakarta, Velodrome, dan Equestrian dan juga Intermediate treatment facility (ITF) terus berjalan. “Baru saja Jakpro mendapatkan surat resmi untuk penugasan ITF sehingga bisa langsung berjalan.”

Selain itu, lanjut Satya, mengenai proyek LRT Jakarta, PT Jakpro sudah siap ditengah kondisi lainya belum sepenuhnya berjalan mantap. Seperti proyek LRT di Palembang, Bandung, Surabaya, Jabodetabek, Jakpro relatif tidak ada persoalan.

“Untuk trase 1A, baik design maupun perencanaannya sudah matang, sebagai trase prioritas LRT Jakarta antara Velodrome –Kelapa Gading.Mudah-mudahan pada Oktober nanti bisa pengerjaan fisik. Demikian pula proyek Velodrome dan Equestrian tersebut berjalan.”

satya

Bahkan, menurutnya, Gubernur DKI banyak  berharap dari  Jakpro dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk akhir-akhir ini seperti pengambilalihan GOR (gelanggang olahraga) di DKI Jakarta oleh Jakpro, namun ditolak. “Jakpro ingin fokus untuk pengerjaan Asian Games.”

Kendati Jakpro ditugasi dalam berbagai proyek Asian Games, namun, Satya tetap fokus meningkatkan pundi-pundi keuntungan Jakpro hingga akhir tahun ini.“Kinerja Jakpro tahun 2016 ini, diharapkan mampu mendongkrak keuntungan hingga menjadi sekitar Rp60 miliar-Rp70 miliar. Peningkatan ini sedang menjadi fokus oleh direktur pengembangan dan bisnis.”

suh/