Dukung Kegiatan Berkesenian dan Kebudayaan, Rangkaian Aktivasi TIM Menggelar “Malam Seni Rupa Taman Ismail Marzuki”

anies-tim

Dukung Kegiatan Berkesenian dan Kebudayaan, Rangkaian Aktivasi TIM Menggelar “Malam Seni Rupa Taman Ismail Marzuki”

Jakarta, 17 Juni 2022 – Taman Ismail Marzuki (TIM) kembali menggelar pameran karya seni dan kebudayaan pasca revitalisasi selama kurang lebih dua tahun. TIM menggelar pameran arsitekur hingga pameran karya seni, seperti lukisan, patung, kain, dan mixed media. Pameran ini dalam rangka memyambut Hajatan HUT DKI Jakarta ke-495.

Kegiatan ini sekaligus rangkaian program aktivasi TIM yang telah berlangsung sejak 3 Juni 2022, kemarin. Ada sejumlah agenda yang digelar untuk meramaikan momen ini. Salah satunya adalah pegelaran acara bertajuk “Malam Seni Rupa Taman Ismail Marzuki”.

Adapun “Malam Seni Rupa Taman Ismail Marzuki” ini digelar dalam rangka Peresmian Galeri Seni dan Annex TIM, serta Pembukaan Pameran Koleksi dan Arsip Dewan Kesenian Jakarta. Peresmian ini sejarinya ditujukan untuk memberi gambaran kepada khalayak terkait bagaimana ekosistem dan wajah baru  TIM.

Tak sampai di situ, aktivasi TIM akan berlangsung hingga September 2022 nanti. Pada bulan Juli akan ada kegiatan bulan Sastra di TIM. Dilanjutkan lagi pada Agustus 2022 bulan seni pertunjukan, kemudian pada September 2022 TIM akan melaksanakan grand launching: bulan astronomi dan sains.

“Aktivasi TIM ini dalam rangka mendukung serta mewadahi seni dan kreativitas yang nantinya menjadi etalase serta barometer kesenian nasional,” kata VP Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro“) Nadia Diposanjoyo.

Oleh karena itu, Nadia mengatakan, TIM dipilih oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu lokasi rangkaian HUT DKI Jakarta yang mengusung tema Jakarta Hajatan. Nantinya aktivasi TIM yang bertepatan dengan HUT DKI Jakarta akan dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu, hingga 13 Juni 2022, realisasi secara keseluruhan revitalisasi TIM mencapai 91.64% Saat ini Gedung Parkir Taman, Masjid Amir Hamzah, Gedung Panjang hingga Galery Annex sudah bisa digunakan untuk berbagai kegiatan. Pada pelaksanaannya, seluruh kegiatan di Taman Ismail Marzuki melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk dengan Komisi Arsip & Koleksi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Akademi Jakarta (AJ), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), sejumlah sanggar binaan Dinas dan Sudin Kebudayaan DKI Jakarta, serta kolaborator lainnya.

Nadia menambahkan,  revitalisasi TIM mengadopsi budaya luhur Indonesia bahkan Ismail Marzuki sebagai nama yang diusung oleh Pusat Kesenian Jakarta yang berlokasi di Cikini. Misalnya Gedung Perpustakaan & Wisma Seni mengadopsi bentuk arsitektur rumah panggung, dimana area lt dasar dibuat terbuka seolah mengangkat massa bangunan seperti halnya rumah panggung khas Indonesia. terdapat taman berundak pada lantai atas yang menyerupai terasering. Pada façade perforated pada Gedung Perpustakaan dan Wisma Seni memiliki motif tumpal dari corak kain batik Betawi serta bentukan precast pada façade (wajah bangunan) yang terinspirasi dari tangga nada lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’ ciptaan Ismail Marzuki.

Untuk desain secara Kawasan, konsep utama adalah mengembalikan fungsi ‘Taman’ pada Taman Ismail Marzuki. Sehingga area hijau dan ruang terbuka publik diperluas serta dipisahkan dengan area kendaraan. Skema desain revitalisasi TIM berusaha mengangkat jumlah ruang resapan dengan menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) dari semula  hanya sebesar 11% kini menjadi 23% dari luas kawasan.