Deviasi Progres Proyek Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) Semakin Positif, Jakpro Resmikan Dua Lapangan Latih Berstandar FIFA

DSC05484

Deviasi Progres Proyek Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) Semakin Positif, Jakpro Resmikan Dua Lapangan Latih Berstandar FIFA

Jakarta, 28 Desember 2020 – Di tengah situasi pandemi Covid-19, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro tetap berkomitmen menyelesaikan proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Berkat komitmen bersama dari Jakpro maupun Konsorsium proyek JIS serta stakeholders lainnya, dengan cepat proses pembangunan stadion yang berada di Kecamatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara ini beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19, sehingga progres pembangunan dapat berjalan optimal dan keselamatan serta kenyamanan pekerja di lapangan juga terlaksana.

Alhasil, tepat dipenghujung tahun 2020, dua lapangan latih JIS diresmikan. Hal ini sekaligus melengkapi capaian progres pembangunan stadion yang dirancang berkapasitas 82,000 penonton ini, yang telah mencapai 42,11% hingga minggu ke-69 ini, dari rencananya 40,90%. Kini, angka deviasinya pun terus semakin positif yaitu sebanyak 1,21%. Tentunya dengan dukungan masyarakat, Jakpro bersama KSO Wika Gedung, Jaya Konstruksi & PP berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan JIS sesuai target yang telah ditentukan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku, bersyukur sekaligus bangga atas peresmian dua lapangan latih JIS. Menurutnya, JIS sebagai satu lagi milestone kebanggaan proyek di Jakarta selangkah sudah dicapai. Bahkan, ketika berkunjung ke JIS dua bulan lalu, Gubernur Anies menyaksikan secara langsung kualitas rumput yang dimiliki oleh JIS.

“Kita patut bersyukur ini tuntas, kita bangga. Karena JIS melalui lapangan latihnya bisa menghadirkan kualitas global dan Insya Allah kita bisa merawatnya,” katanya dalam sambutannya dalam peresmian lapangan latih yang diselenggarakan secara daring, Senin (28/12/2020).

Gubernur Anies menegaskan, sepak bola tidak hanya sekedar olahraga yang digemari masyarakat saja, melainkan juga bisa menjadi alat pemersatu. Oleh karena itu, hadirnya JIS bukan hanya memfasilitasi bertemunya semua unsur di Ibukota saja, melainkan juga Jabodetabek, Domestik, hingga Internasional dapat berkumpul di tempat ini. “Terima kasih dan apresiasi kepada CEO Jakpro beserta jajaran Direksi lainnya, seluruh jajaran Pemprov DKI, dan pribadi-pribadi yang tak terlihat,” ujarnya.

Gubernur Anies berharap, JIS dapat diselesaikan tepat waktu. Selain itu, Gubernur juga menginginkan agar Jakpro, masyarakat, dan stakeholders lainnya dapat menjaganya dengan baik. “Membangun satu hal, merawat hal lain. Mari kita tunjukan bahwa kita memang bisa mengelola dengan disiplin, sehingga hasil pembangunan kelas internasional dapat dijaga dengan baik,” imbuhnya.

Corporate Communication Manager PT Jakpro, Melisa S Sjach mengatakan, peresmian kedua lapangan latih menjadi terasa istimewa dan bersejarah, lantaran untuk pertama kalinya lapangan sepak bola di Indonesia rumputnya menggunakan rumput hybrid yang berstandar internasional. Nantinya stadion utama JIS juga akan menggunakan rumput yang sama.

Kelebihan rumput hybrid, menurut Melisa, lapangan dapat digunakan hingga 1.000 jam pertandingan bila dibandingkan hanya menggunakan rumput natural, yakni hanya 300 jam pertandingan. Selain itu, rumput hybrid memiliki daya serap air yang baik. Artinya air akan lebih cepat turun hingga lapisan terbawah rumput. Sesuai standar FIFA, genangan air di lapangan JIS dirancang tidak lebih dari 10 detik.

“Dengan memakai rumput hybrid, JIS dimungkinkan menghelat dua pertandingan dalam satu hari di pertandingan resmi berstandar FIFA,” katanya.

Keunggulan lainnya, Melisa menuturkan, rumput hybrid sangat cocok dengan kondisi iklim pesisir. Hal ini menjadi pertimbangan utama Jakpro memilih menggunakan rumput hybrid di stadion utama dan dua lapangan latih JIS, lantaran lokasi JIS berada tidak jauh dari pesisir pantai utara Jakarta. Diprediksi rumput hybrid akan menjadi tren lapangan sepak bola modern di masa depan.

Sebagai perbandingan, stadion-stadion di Eropa seperti Allianz Arena Stadium milik klub raksasa Jerman Bayern Munchen, Wanda Metropolitano Stadium di Madrid, Spanyol, hingga Tottenham Hotspur Stadium di London, Inggris juga menggunakan rumput hybrid.

Rumput hybrid lapangan latih JIS merupakan perpaduan lima persen rumput sintesis yang diimpor langsung dari Italia dan 95 persen rumput natural jenis rumput Zoysia Matrella. Untuk satu lapangan latih membutuhkan 19 gulung rumput sintetis. Adapun setiap satu gulungnya berukuran 109 meter kali 3,9 meter. Sementara itu, tahapan pemasangan rumput hybrid di lapangan latih yakni: perataan media tanam, pemadatan media tanam yaitu pasir, kemudian penaburan rumput natural. Setelah itu, dilakukan gelar rumput sintetis, top dressing hingga growing period.

“Dua lapangan latih JIS berada di sisi Utara stadion. Masing-masing lapangan berukuran 105 meter x 68 meter yang dibatasi tribun pemain,” ujar Melisa.

Meski demikian, rumput lapangan latih JIS perlu melalui proses treatment atau perawatan optimal selama kurang lebih 6 (enam) bulan sebelum digunakan. Sebab, dari sisi Commissioning, rumput lapangan latih JIS pun mesti melewati tahapan verifikasi dan pendokumentasian. Tujuannya untuk memastikan semua sistem dan rakitan pengerjaan proyek lapangan latih sesuai dan memenuhi standar yang telah direncanakan. Begitu ketatnya monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan kedua lapangan latih ini, lantaran standar yang digunakan ialah standar internasional FIFA. Komitmen terhadap kualitas yang konsisten dan berkelas dunia menjadikan JIS sebagai satu lagi milestone kebanggaan proyek yang dibangun oleh Jakpro. Konsistensi ini diharapkan dapat berkontribusi positif untuk kesejahteraan para atlet kita nantinya, sebagai pondasi sports industry yang teguh di Jakarta dan Indonesia. Dengan mengokohkan industri olahraga, JIS akan turut serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan mendorong partisipasi masyarakat, inovasi perkotaan, serta pariwisata di wilayah utara Jakarta.