Jakpro Raih Penghargaan Utama pada IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2020

TIM x JIS-2

Jakpro Raih Penghargaan Utama pada IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2020

TIM x JIS-2

Jakarta, 3 September 2020 – Setelah melalui serangkaian tahap penjurian, mulai dari proses seleksi, wawancara hingga penilaian, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) meraih penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2020 untuk kategori Proses Internal atas Inovasi Teknologi Digital Building Information Modelling (BIM).

ICAII merupakan ajang penghargaan bergengsi tahunan di dunia bisnis Indonesia. Diselenggarakan oleh The Indonesia Stock Exchange Channel yang merupakan saluran televisi resmi pasar modal Indonesia, dengan target peserta BUMN, BUMD, Swasta, maupun listed company yang sukses dalam mengimplementasikan inovasi dalam bisnisnya.

Melewati 2 bulan proses seleksi dan penjurian yang ketat, teknologi BIM Jakpro bersaing dengan lebih dari 50 inovasi lainnya. Audiensi virtual bersama dewan juri berlangsung pada tanggal 12 Agustus 2020 via Zoom Meeting. Jakpro mengutus perwakilan Direktur Pengembangan Bisnis Moh. Hanief Arie Setianto dan tim Project Management Office (PMO) Hendri Saputra dan Putri Pandora untuk mempresentasikan Implementasi Teknologi Digital dan Building Information Modelling dalam Pembangunan Megaproyek Infrastruktur di Jakarta. Dewan juri yang berasal dari kalangan professional pun dengan penuh antusias melontarkan pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang berlangsung kurang lebih selama 40 menit saat itu. Juri kehormatan Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie (The Habibie Center), beserta dewan juri lainnya, yaitu Dr. Wahyu T. Setyobudi (Peneliti Strategi Transformasi dan Inovasi), Prof. Agus W. Soehadi (Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Prasetiya Mulya) dan Bari Arijono, S.Si., MM (Pakar Ekonomi Digital), dan Apreyvita Dyah Wulansari (COO IDX Channel).

Teknologi ini pada dasarnya adalah teknologi berbasis model 3D yang mampu menciptakan kolaborasi nilai-nilai dalam siklus proyek konstruksi melalui pengumpulan dan pengelolaan informasi secara digital yang bertujuan memudahkan akses informasi dan mengefektifkan durasi kolaborasi di antara para stakeholder proyek.

Adapun dampak signifikan teknologi BIM kepada progres pembangunan proyek yaitu: pertama, mampu mengurangi pengeluaraan biaya dengan memaksimalkan perhitungan penggunaan material sehingga tidak terbuang sia-sia. Pasalnya lewat BIM, stakeholder bisa mengetahui potensi-potensi kerugian akibat kesalahan secara dini melalui Clash Detection Report.

Kedua, menjadi Single Source Information (Sumber Informasi Tunggal) bagi operasional dan maintenance (O&M) proyek, baik ketika proyek masih berjalan maupun selesai. Seluruh data tahapan proyek terarsip rapi secara digital, tidak tercecer sehingga menjadi satu kesatuan sumber informasi yang utuh ke dalam sistem cloud yang bernama Common Data Environment (CDE). Melalui CDE, single source information yang lengkap juga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran akademik bagi mahasiswa nantinya. Ketiga, ramah lingkungan karena data-data proyek yang selama ini dikerjakan manual dan paper based mulai dikerjakan secara digital dan cloud based sehingga menciptakan budaya kerja yang paperless dan digital oriented (beorientasi digital).

BIM sudah digunakan di berbagai negara, namun di skala BUMD di Indonesia, Jakpro menjadi pioner yang mengaplikasikan tekonologi BIM untuk O&M proyek. Stadion kita, Jakarta International Stadium (JIS) menjadi proyek pertama yang mengimplementasikan inovasi BIM diikuti oleh proyek Revitalisasi Taman Ismail Marzuki dan akan datang proyek LRT Fase II.

Penyertaan teknologi BIM dalam ajang ini merupakan bentuk keseriusan Jakpro untuk menyuguhkan inovasi terbaiknya dalam aspek pembangunan wajah baru kota Jakarta. Hal ini sekaligus menjadi penyemangat bagi perusahaan dalam memberikan komitmennya, selaras dengan harapan yang disampaikan oleh Direktur Utama Jakpro saat menerima penghargaan ini “Semoga penghargaan ini memberikan pemicu untuk kita dalam bekerja dan berkarya dengan lebih baik lagi di masa yang akan datang.” jelas Dwi Wahyu Daryoto.