Jakpro Umumkan Peluang Menjadi Mitra Kerja Sama Proyek ITF Wilayah Barat DKI Jakarta

Preliminary Market Sounding ITF, Grand Kempinski Hotel, Jakarta. (19/02/2020)

Jakpro Umumkan Peluang Menjadi Mitra Kerja Sama Proyek ITF Wilayah Barat DKI Jakarta

Jakarta, 18 Agustus 2020 – Permasalahan sampah di ibu kota telah sampai pada fase yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.  Kondisi saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 7.700ton sampah perkotaan per hari yang dikirim langsung ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu (“TPST”) Bantargebang, Kota Bekasi tanpa melewati proses penyortiran, pemilahan, dan pengolahan. Tumpukan sampah akhirnya menggunung di TPST Bantargebang dan sudah hampir mencapai titik maksimum kapasitas daya tampungnya. Oleh karena itu dibutuhkan upaya-upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah di Jakarta secara signifikan.

Salah satu solusi terbaiknya adalah dengan mengembangkan Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (“FPSA”) di dalam kota. Dalam hal ini, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) sebagai BUMD DKI Jakarta mendapat kehormatan penugasan oleh Gubernur DKI Jakarta melalui  Pergub  No. 65 Tahun  2019 tentang  Penugasan  kepada  PT Jakarta  Propertindo (Perseroda) dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengolahan Sampah di Dalam Kota.

Jakpro segera mengembangkan FPSA baru untuk wilayah layanan Barat Jakarta. Ikhtiar ini disambut baik oleh masyarakat dengan banyaknya surat minat dan proposal yang  masuk serta respon yang diterima secara formal melalui Letter of Interest maupun  melalui email kepada Jakpro, baik sebelum maupun sesudah dilakukannya Preliminary Market Sounding pada tanggal 19 Februari 2020 lalu di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta.

“Antusiasme publik untuk berkolaborasi bersama Jakpro membuncah seiring menggemanya slogan Gubernur Anies Baswedan, “Jakarta, Maju Kotanya, Bahagia Warganya,” demikian ungkap Manajer Proyek ITF Jakpro, Adi Santosa.

Hari  ini,  melalui  beberapa  tayangan  media  cetak,  Jakpro  resmi  mengumumkan  proses pemilihan Mitra Kerja Sama bagi badan usaha untuk menjadi bagian dari  pengembangan FPSA baru, dimana kriteria-kriteria dan Owner Requirements akan dijelaskan dalam dokumen Request for Proposal (RfP) yang tersedia pada link registrasi bit.ly/jakartaitf dan hanya bisa diakses oleh para calon Mitra Kerja Sama yang telah mendaftar dan memenuhi persyaratan administrasi  yang ditetapkan.  Badan usaha yang beminat perlu memahami  bahwa untuk menjamin dan memastikan  proses  pengadaan  yang transparan,  surat minat dan respons sebelumnya tidak akan diperhitungkan.

Calon Mitra Kerja Sama dapat berupa konsorsium  perusahaan  yang membawa  keahlian pengelolaan sampah, baik itu nasional maupun internasional, membawa lahan yang sesuai, teknologi yang sudah terbukti tepat guna dan ramah lingkungan, dan memiliki kemampuan pendanaan (finance raising) untuk proyek senilai minimal USD 300 Juta atau setara dengan minimal 2000 ton pengelolaan sampah per hari.(*)