Lapangan Latih Jakarta International Stadium (JIS) Berstandar FIFA, Proses Commissioning Dilakukan Secara Ketat

DSC_7376

Lapangan Latih Jakarta International Stadium (JIS) Berstandar FIFA, Proses Commissioning Dilakukan Secara Ketat

Jakarta, 25 November 2020 – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro terus berkomitmen dan fokus mengakselerasi mega-proyek Jakarta International Stadium (JIS) agar rampung sesuai dengan waktu yang telah ditargetkan. Bahkan, untuk dua lapangan latih yang berada di sisi utara JIS pemasangan rumput hybrid yang berstandar internasional telah dilaksanakan. Targetnya pada Desember tahun ini sudah bisa diresmikan.

Meski begitu, menurut Commissioning Manager Proyek JIS PT Jakpro, Erfianto Riesa Nursamsi, lapangan latih JIS baru bisa digunakan setelah 6 bulan dilakukan penanaman rumput hybrid. Rumput hybrid ini memiliki komposisi 5% rumput sintetis yang diimpor dari Italia dan rumput naturalnya sebesar 95% yang merupakan jenis rumput Zoysia Matrella.

“Secara teori, rumput itu baru optimal bisa digunakan setelah 6 bulan pasca penanaman,” kata Erfianto ketika menjadi Narasumber dalam acara Ngobrolin JIS dengan tema “Kapan Lapangan Latih Bisa Digunakan?” yang diselenggarakan secara daring, Selasa (25/11/2020).

Itu artinya, kata Erfianto, jika lapangan latih di JIS baru digelar rumput hybrid pada Oktober dan November, maka pada bulan April-Mei kedua lapangan latih yang berlokasi di sisi utara JIS ini baru dapat digunakan. Selain itu, dari sisi Commissioning, rumput lapangan latih JIS pun mesti melewati tahapan verifikasi dan pendokumentasian. Tujuannya untuk memastikan semua sistem dan rakitan pengerjaan proyek lapangan latih sesuai dan memenuhi standar yang telah direncanakan.

Pada tahapan commissioning, kedua lapangan latih ini pun diuji coba apakah sudah sesuai dengan keinginan Owner, dalam konteks ini yakni Jakpro. Misalnya, apakah kedua lapangan latih ini setiap lapisan tanahnya sudah sesuai standar yang telah ditentukan. “Commissioning memastikan pekerjaan sesuai perencanaan dan memuhi standar yang telah ditetapkan. Misalnya untuk pemadatan tanah, kalo tidak mencapai standar, kita belum bisa melanjutkan pekerjaan berikutnya,” ujarnya.

Begitu ketatnya monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan kedua lapangan latih ini, menurut Erfianto, lantaran standar yang digunakan ialah standar internasional FIFA. Oleh karena itu, lapangan latih tidak bergelombang, sehingga pantulan bola pun harus memiliki standar khusus. Selain itu, drainase lapangan latih harus berfungsi dengan baik. Idealnya air tidak boleh menggenangi lapangan lebih dari 5 detik. “Jadi proses standar itu harus kita penuhi,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas standar rumput lapangan latih tetap terjaga, menurut dia, pihaknya membatasi setiap akses dan aktivitas yang dilakukan di atas rumput lapangan latih, termasuk juga para pekerja proyek. Dengan begitu, diharapkan ketika waktunya lapangan latih sudah bisa digunakan kualitasnya tetap terjaga sesuai dengan standar internasional FIFA.