Miliki Area Publik Yang Luas, Jakarta International Velodrome Digunakan Warga Rawamangun Untuk Laksanakan Salat Idul Fitri 1442 H

dddddddee

Miliki Area Publik Yang Luas, Jakarta International Velodrome Digunakan Warga Rawamangun Untuk Laksanakan Salat Idul Fitri 1442 H

Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak masyarakat agar salat Idul Fitri 1442 H dilakukan di rumah masing-masing. Meski begitu, warga yang hendak melaksanakan salat Idul Fitri di masjid tetap diperbolehkan dengan syarat memilih tempat salat di lapangan atau masjid di dekat dengan tempat domisili. Namun, kapasitasnya dibatasi 50%. Hal tersebut tertuang dalam Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengendalian Aktivitas Masyarakat Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pada Masa Libur Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Untuk memfasilitasi Seruan Gubernur DKI Jakarta dan keinginan masyarakat, PT Jakpro akan memanfaatkan salah satu asetnya yakni Jakarta International Velodrome (JIV) untuk digunakan masyarakat sekitar melaksanakan salat Idul Fitri 1442 H.

Corporate Secretary Manager PT Jakpro Melisa Sjach mengatakan, Velodrome digunakan untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1442 H, lantaran ada permintaan dari masyarakat RW 06, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur dan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) wilayah Rawamangun. Alasannya, Velodrome memiliki lapangan yang luas, sehingga memiliki keleluasaan mengatur jarak antar jamaah.
Sesuai kesepakatan dengan Ketua DKM dan warga, nantinya Velodrome maksimal hanya menampung 1000 jamaah atau sekitar 30% dari jumlah kapasitas sebesar 3000 orang. Artinya, lebih rendah dari Seruan Gubernur DKI Jakarta yakni 50%. “Nantinya panitia dari DKM yang akan mengatur mulai H-1. Selain itu Panitia juga akan menjamin sebelum dan sesudah salat Idul Fitri akan dilakukan disinfektan untuk meminimalisir merebaknya Covid-19,” imbuhnya.

Terpenting juga, menurut Melisa, Panitia acara salat Idul Fitri 1442 di Velodrome akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Misalnya saja, jarak antar jemaah akan diatur. Kemudian, setiap jamaah diwajibkan untuk mengenakan masker dan mengambil air wudhu di rumah masing-masing. Itu sebabnya, diingatkan agar warga mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di Velodrome. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat dan diperbolehkan lantaran secara peraturan tidak melanggar karena dianjurkan di lapangan,” ujarnya.

Selanjutnya, Melisa mengingatkan agar warga yang lokasi rumahnya jauh tidak datang ke Velodrome, sehingga tidak terjadi kerumunan. Dengan begitu, masyarakat dapat beribadah secara nyaman dan khusyuk. “Meski suasana lebaran, mari kita bersama-sama berkolaborasi menahan diri dan mengendalikan mobilisasi.”