Penandatanganan Kesepakatan Ganti Untung Warga Terdampak Proyek JIS

Suasana pengurusan ganti untung warga terdampak pembangunan Jakarta International Stadium di Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. (14/08/2020)

Penandatanganan Kesepakatan Ganti Untung Warga Terdampak Proyek JIS

Jakarta, 14 Agustus 2020 – Proses ganti untung warga terdampak pembangunan melalui Resettlement Action Plan Proyek Jakarta International Stadium (RAP JIS) telah memasuki tahap dua pembukaan rekening. Kegiatan lanjutan ini digelar selama satu hari, tepatnya tanggal 13 Agustus 2020 pukul 09.00-16.00 WIB, dengan agenda penandatanganan kesepakatan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan pembukaan rekening Bank DKI bagi warga terdata yang belum melakukan proses tersebut pada tahap sebelumnya.

Kendala utama warga pada proses penandatangan BAST dan pembukaan rekening adalah kelengkapan administrasi. Syarat kelengkapan yang dimaksud antara lain seperti KTP dan Surat Keterangan Domisili bagi warga non-DKI yang terdata. Mayoritas dari mereka mengeluhkan bila surat-surat itu rusak, hilang, belum diperpanjang, dan belum memiliki E-KTP. Untuk itu, Jakpro mengapresiasi pihak kewilayahan Kota Administrasi Jakarta Utara yang turut andil siaga membantu, mendorong dan memfasilitasi kendala yang dimiliki oleh warga.

Total sebanyak 501 KK dari 604 KK telah menyelesaikan proses administrasi dan melanjutkan ke tahap verifikasi data oleh Bank. Bagi sisa warga yang masih belum memenuhi syarat administrasi tadi, akan digunakan pendekatan paralel secara kolektif dibantu oleh warga dari masing-masing blok. Di saat yang sama proses verifikasi oleh Bank DKI terus berjalan. Bila data sudah terkumpul dan terverifikasi secara keseluruhan, barulah dana kompensasi disalurkan secara serentak.

“Alhamdulillah, penandatanganan BAST berjalan lancar, meskipun cuaca saat itu kurang mendukung. Tidak lupa protokol kesehatan tetap dilakukan oleh warga selama kegiatan berlangsung. Dan di agenda lanjutan ini penandatanganan sudah mencapai 85 persen, semoga sisa 15 persen sisanya bisa segera selesai.,” ungkap Manager Komunikasi Sekretaris Perusahaan, Melisa Sjach.

Adapun, pencairan dana menggunakan rekening ini dimaksudkan agar proses transaksi keuangan nirtunai dan akuntabel. Selain itu sebagai bentuk sinergi antar BUMD DKI Jakarta dalam rangka mewujudkan cashless society.

Setelah pencairan dana, warga diberi kesempatan untuk mengosongkan area eksisting selama maksimal 30 hari. Atas hal tersebut, warga telah setuju dan kooperatif dalam melakukan proses RAP JIS. Kemudian, bila dana di dalam rekening telah habis diambil, rekening warga akan otomatis non aktif.

Pemberian ganti untung terhadap warga terdampak pembangunan JIS berdasarkan Perpres No.62 Tahun 2018 dimana telah mencakup biaya penggantian 1) pembongkaran, 2) mobilisasi kembali ke kampung halaman, 3) sewa rumah selama 12 bulan, 4) tunjangan kehilangan pendapatan. Perhitungan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak yang tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan aset serta menduduki lahan yang bukan miliknya.

Pelaksanaan RAP JIS ini merupakan tindak lanjut dari tahap yang sudah berjalan selama bulan Juli 2020. Jakpro menyadari pentingnya kesejahteraan warga terdampak dalam mewujudkan cita-cita membangun monumen mega-struktur yang tidak hanya membanggakan bagi warga Jakarta tapi juga bangsa Indonesia pada umumnya. Dengan menerapkan asas kemanusiaan, PT Jakpro memberikan kesempatan kepada warga untuk menyuarakan keinginan terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan RAP. Selama proses RAP berlangsung pihak Jakpro secara intens membuka forum dan diskusi terhadap warga sehingga apa yang telah diupayakan tidak saling merugikan kedua belah pihak.