Penandatanganan PBA FPSA Wilayah Layanan Barat dan Penyerahan Jaminan Pelaksanaan

crop PBA ITF

Penandatanganan PBA FPSA Wilayah Layanan Barat dan Penyerahan Jaminan Pelaksanaan

Jakarta, 28 Desember 2020 – Setelah melalui tahapan penyaringan yang ketat, akhirnya PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mengumumkan pemenang mitra kerja sama Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA) atau waste to energy Intermediate Treatment Facility (ITF) Wilayah Layanan Barat, yakni konsorsium WIKA-Indoplas. Penandatanganan PBA berlangsung pada Senin (28/12/2020) dilanjutkan dengan penyerahan Jaminan Pelaksanaan dari WIKA-Indoplas kepada Jakpro. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto (DWD) dan perwakilan konsorsium WIKA-Indoplas, Bobby Gafur Umar.

Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, waste to energy ITF wilayah barat diperuntukan bagi sampah dari wilayah Jakarta Barat. Nantinya, sampah dari wilayah Jakarta Barat itu akan diolah menjadi listrik. Ia menambahkan, waste to energy ITF ini mampu mengolah sampah hingga kapasitas 2000-2200 ton sampah per hari dan bisa menghasilkan listrik sekitar 35-40 megawatt.

“Traffic management sudah kita hitung se-efisien mungkin untuk kelancaran proyek ini,” katanya.

DWD menuturkan, proyek waste to energy ITF merupakan proyek penugasan Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro, khusus untuk wilayah layanan Barat dan Utara. Dengan menggandeng WIKA dan Indoplas, DWD meyakini proyek waste to energy pertama di Indonesia akan rampung sesuai dengan target, yakni pada tahun 2024.

“Mohon doanya kepada para stakeholders agar kita dapat menyelesaikan tugas yang sangat berat ini, tapi jika kita selesaikan dengan baik akan mewariskan hal yang baik bagi generasi mendatang. Sehingga Jakarta bisa punya solusi bagaimana menyelesaikan masalah sampah,” imbuh DWD di akhir sesi Konperensi Pers yang berlangsung tepat setelah seremoni penandatanganan dilakukan.

Diantara 70 perusahaan konsorsium yang mendaftar, Jakpro menetapkan Konsorsium WIKAIndoplas Karya Energi sebagai mitra terpilih setelah melalui proses pemilihan mitra kerja sama (Beauty Contest) sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Jakpro juga turut menggandeng konsultan internasional PT PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory (PwC) untuk memastikan aspek GCG telah terpenuhi dengan baik. Pemilihan Mitra dilakukan secara terbuka, diumumkan melalui surat kabar terkemuka dan website resmi Jakpro dengan jangka waktu proses selama 5 (lima) bulan mulai dari tahap persiapan hingga penetapan pemenang.

Didirikan tahun 2004, perusahaan Indoplas fokus bergerak di bidang energi terbarukan serta berorientasi pada konsep hijau untuk menciptakan solusi energi yang bersih dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah Indonesia. Khusus untuk Proyek (FPSA) Wilayah Barat DKI Jakarta, Indoplas melakukan aliansi strategis dengan SBW Energy group dari Eropa, yang merupakan konsorsium dari; Intech Energy System (Jerman), Bronswerk (Jerman), Metka (Yunani), dan SBW Energy (Jerman), yaitu gabungan perusahaan EPC dan provider teknologi yang telah puluhan tahun didiirikan dan membawa teknologi bersih dan handal dengan standar Euro 5 yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Direktur Human Capital & Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, Mursyid, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Jakpro pada Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berskala besar yang pertama di Indonesia dan akan menjadi percontohan bagi 11 kota lainnya di tanah air. Dengan adanya realisasi pembangunan PLTSa menjadi bukti bahwa WIKA – Indoplas Karya Energi – Jakpro mendukung Perpres 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Berbasis Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Harum Akhmad Zuhdi, Direktur Operasi II Perseroan, menambahkan bahwa adanya proyek ini juga merupakan tonggak sejarah bagi Perseroan sekaligus juga sebagai kontribusi rill mempercepat kolaborasi kota Jakarta dan warganya dalam mengoptimalkan energi bersih yang bekelanjutan dengan tidak bergantung pada fossil fuel, sesuai dengan Paris Agreement 2015.

Untuk diketahui, FPSA wilayah Barat adalah Fasilitas Pengolahan Sampah Antara di dalam Kota Jakarta yang akan dibangun untuk melayani pengolahan sampah yang bersumber dari TPS di wilayah layanan Barat sesuai SK Kadis.LH no. 489/2020 (sebagai perubahan terhadap SK DLH no. 453/2019) yang mengacu pada penugasan Pemprov DKI Jakarta kepada PT Jakpro melalui Pergub 65/2019.

Pentingnya kehadiran FPSA wilayah layanan Barat ini selain mengurangi secara signifikan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang yang daya tampungnya sudah sangat terbatas, juga mengurangi emisi gas metana yang dapat memicu perubahan iklim dan mengurangi dampak kesehatan masyarakat atas pencemaran yang ditimbulkan oleh timbunan sampah kota Jakarta apabila tidak diolah dengan baik.

Oleh karena itu, Jakpro menghimbau warga Jakarta, terutama generasi muda atau milenial untuk membangun basis-basis komunitas yang peduli terhadap lingkungan, terutama dalam konteks pengelolaan sampah yang terpadu. Tujuannya untuk memobilisasi masyarakat agar lebih disiplin memilah sampah yang benar. Dengan demikian, harapannya warga Jakarta memiliki lingkungan yang lebih sehat dan budaya hidup bersih serta disiplin. Imbasnya aktivitas masyarakat kian produktif.