00022_Moment(4)

Rapat Kerja Komisi “B” DPRD Provinsi DKI Jakarta Dilanjutkan Dengan Kunjungan ke Jakarta International Stadium

Jakarta, 29 Juni  2020 – Bertempat di ruang Serba Guna, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bidang Perekonomian Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan sekaligus rapat kerja yang membahas tentang perkembangan proyek-proyek di Jakpro.

Rombongan DPRD dipimpin oleh Ketua Komisi B, Abdul Azis dan didampingi oleh Sekretaris Komisi B, Pandapotan Sinaga tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Turut hadir, Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Faisal Syafruddin beserta jajaran. Sekitar 35 orang peserta kunjungan disambut dengan penerapan protokol new normal sejak tiba di pelataran lobby utama kantor Jakpro. Pengaturan jarak antar peserta rapat, pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer, masker dan sterilisasi dengan cairan antiseptik merupakan rangkaian dari protokol keselamatan yang di terapkan mulai dari pintu masuk menuju ke lokasi rapat di ruang Serba Guna lantai 2.

Pada sambutannya, Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto memaparkan perkembangan penanganan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan Jakpro Group. Dwi menjelaskan upaya penanganan wabah telah dilakukan optimal melalui mekanisme Health Tree Call yang dilakukan sejak 16 Maret 2020, menggunakan tekonologi sistem informasi terintegrasi yang dilaporkan secara real-time. Selanjutnya, juga telah dilakukan tiga kali Rapid Test selama periode April-Mei 2020 kepada 400 orang karyawan dengan pemantauan dan penanganan tepat bagi yang terindikasi reaktif maupun positif.

Dwi juga menjelaskan perkembangan dan peningkatan kualitas perusahaan, mulai dari dibentuknya satu unit usaha yang berperan sebagai Lembaga Peminjaman Pembangunan Daerah (LPPD) hingga indeks kesehatan organisasi yang dianalogikan seperti bentuk struktur bangunan rumah yang memiliki pondasi, pilar dan atap.

“Untuk itu kita bentuk Project Management Office (PMO) yang menggunakan teknologi BIM (Building Information Modelling) sehingga semua delivery-nya excellence. Ini baru tahun 2019 kemarin. Dulu belum pernah ada pak. Dan saya berani klaim ini baru Jakpro yang menerapkan. Tidak murah, tapi ini investiasi yang membuat perusahaan kita lebih tertib dan good governance-nya terjaga,” ungkap Dwi.

Selanjutnya, Striving Into Commercial Excellence Include Market Approach dan terakhir Building Entrepeneur Culture. “Ini berhubungan dengan talent dan kita terus dorong lewat pelatihan-pelatihan. Kita coba perbaiki karena kalau dari kacamata SDM, biaya training masih dua persen dari Capex ini masih level di bawah, minimal tujuh persen,” lanjut Dwi.

Pada kesempatan itu pria yang akrab disapa DWD ini memaparkan pada 2019 Jakpro berhasil memperoleh sertifikasi ISO 9001: 2015.

“ISO ini tidak main-main karena diaudit Sucofindo. Ini penting, kenapa? karena impact-nya ke depan akan sangat signifikan. Kalau kita mau financing, pasti lender menanyakan ISO ini, kalau enggak, interest-nya tinggi, kalau tinggi tentunya bottom line terdampak,”

Kemudian, DWD juga memaparkan sistem Whistle Blowing System yang dimiliki Jakpro, yaitu Jakpro Bersih. Data di-collect oleh lembaga audit eksternal Delloite Indonesia, kemudian akan dilaporkan ke Dewan Komisaris perusahaan.

Selanjutnya, Dwi menyatakan Jakpro kini tengah mengejar standar ISO: 30001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Suap (SMAP) sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo. “Ini semua yang kita kejar, kalau cita-cita kita ingin BUMD yang bisa berkompetisi di kancah nasional dan internasional,” pungkas dia.

Kemudian dipaparkan laporan keuangan perusahaan oleh Yuliantina Wangsawiguna selaku Direktur Keuangan. Dilanjutkan oleh paparan perkembangan proyek perusahaan oleh Hanief Arie Setianto selaku Direktur Pengembangan Bisnis.

Rapat Kerja di kantor Jakpro selesai pukul 12.00 WIB, rombongan anggota dewan selanjutnya bergegas meninggalkan lokasi rapat untuk melakukan kunjungan ke lokasi proyek Jakpro,  Stadion Jakarta Internasional (JIS).