Warga Kampung Bayam Bersyukur Terima Ganti Untung dari Proyek Jakarta International Stadium

IMG_0040

Warga Kampung Bayam Bersyukur Terima Ganti Untung dari Proyek Jakarta International Stadium

Jakarta, 13 Oktober 2020 – Sesuai amanat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung, Priok, Jakarta Utara, tidak melupakan kepentingan masyarakat sekitar. Selaku owner pembangunan proyek JIS, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro pun mengacu kepada amanah Gubernur DKI tersebut untuk pelaksanaan Resettlement Action Plan terhadap warga terdampak pembangunan (WTP).

Itu sebabnya, Jakpro berkomitmen memberikan kompensasi bagi warga Kampung Bayam yang terdampak proyek pembangunan JIS. Meski begitu, untuk meminimalisir kesalahan data di lapangan. Warga Kampung Bayam yang berhak mendapatkan kompensasi yakni mereka yang datanya lengkap dan tervalidasi oleh konsultan independen yang telah melakukan studi dan kajian sejak bulan Oktober 2019. Di dalam survei tersebut tercatat sebanyak 604 KK terdaftar dan terdata sebagai warga terdampak proyek pembangunan.

Salah satu warga Kampung Bayam yang tinggal di Blok A3, Karyono misalnya. Ia mengaku berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga PT Jakpro yang memberikan kompensasi kepadanya. Sebab, ia tak menyangka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kompensasi kepada warga Kampung Bayam, di Kecamatan Tanjung Priok.

Pasalnya, ia menyadari bahwa lahan yang sudah dihuni selama puluhan tahun merupakan lahan milik Pemerintah. “Kita kan menempati ini, juga karena taunya di sini lahan kosong. Jadi kita tempati saja. Tadinya kita tidak kepikiran ke situ (diberi uang kompensasi), tapi alhamdulillah dikasih. Tadinya juga kita tidak berharap. Terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta,” katanya ketika ditemui di kediamannya, Selasa (6/10/2020).

Dengan adanya uang kompensasi yang sudah diterima, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai supir pribadi ini menambahkan, akan segera membeli rumah di sekitar wilayah Tanjung Priok. “Mau nyari rumah baru saja atau paling tidak kontrakan.  Karena masih kerja sama bos, jadi tidak bisa pindah jauh,” ujarnya.

Sama halnya dengan Daryono, wara Kampung Bayam lainnya Samlah, mengaku tak menyangka mendapatkan uang kompensasi dari PT Jakpro. Menurutnya, uang kompensasi yang didapatinya segera akan digunakan untuk pindah dan membangun rumah di wilayah Jembatan Salam, Tanjung Priok.

“Ada pergantian alhamdulillah. Bersyukur Pemerintah bisa ngertiin warga,” katanya.

Adapun besaran nilai pemberian kompensasi disesuaikan berdasarkan Perpres No.62 Tahun 2018 dimana perhitungan santunan dinilai dari biaya pembongkaran, biaya mobilisasi kembali ke kampung halaman, biaya sewa rumah selama setahun, dan biaya tunjangan kehilangan pendapatan selama empat (4) bulan.