Jakpro Gandeng BPPT Wujudkan Proyek ITF

Mou BPPT dan Jakpro

Jakpro Gandeng BPPT Wujudkan Proyek ITF

Jakarta – PT Jakarta Propertindo (PT Jakpro), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta menggandengn Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna mewujudkan impian lama masyarakat Jakarta untuk memiliki tempat pengolahan sampah yang modern.

Sinergi antara PT Jakpro dan BPPT untuk merealisasi proyek Intermefiate Treatment Facility (ITF) di kota Jakarta ditandai dengan penandatanganan kesepamahan bersama oleh Presiden Direktur PT Jakpro Satya Heraghandi dan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Wimpie Agoeng N Aspar di Kantor BPPT Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (28/6).

”Jakarta sudah dalam kondisi darurat sampah. Kami ditugasi oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama untuk segera mewujudkan satu tempat pengelolaan sampah yang menggunakan teknologi modern. Tidak boleh gagal, tidak boleh salah, proyek ITF ini bisa menjadi pilot proyek pengelolaan sampah di Indonesia,” kata Satya Heragandhi.

Satya menambahkan, karena sudah mendesak kebutuhan tempat pengelolaan sampah yang modern di Ibu Kota, maka proyek penudasan ini harus berhasil.

”PT Jakpro melibatkan BPPT yang telah teruji memiliki kompetensi, sumber daya manusia (SDM) punya jam terbang dan pengalaman yang sangat tinggi sebagai pendamping dalam berbagai hal untuk mewujudkan proyek ITF ini,” katanya.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho menambahkan, tujuan kesepahaman bersama ini adalah mengkaji dan menerapkan teknologi terkait proyek ITF sebagai penugasan dari Pemprov DKI.

”Ruang lingkup kerja sama meliputi pengkajian dan penerapan teknologi di bidang kebijakan teknologi, pemanfaatan sumberdaya dan lingkungan. Industri rancang bangun dan rekayasa, pembuatan kerangka acuan kerja dan kriteria teknologi,” kata Rudi Nugroho.

BPPT 2

Menurut Satya Heragandhi, sudah ada 96 proposal dari pengusaha lokal dan luar negeri yang diajukan kepada PT Jakpro.”Jakpro dan BPPT sangat hati-hati memilih teknologi. Ini penting sekali agar tidak ada kesalahan sedikit pun dalam proyek ini,” ucap Satya.

Diharapkan proyek ITF bisa dilaksanakan pada Juli 2016, dan akan berjalan lebih kurang 18 bulan. Diawali dengan proses perizinan selama 3 bulan.

Sumber: suarakarya.com