JAKPRO Mulai Bangun WTP Hutan Kota

WTP hutan kota

JAKPRO Mulai Bangun WTP Hutan Kota

JAKARTA – Pembangunan instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) di kawasan Hutan Kota, Penjaringan, yang menelan investasi Rp113 miliar, resmi mulai dikerjakan dan diperkirakan selesai pada 15 bulan ke depan.

Pembangunan WTP berkapasitas 500 liter/detik tersebut merupakan kerjasama PT Jakarta Utilitas Propertindo, anak usaha PT Jakarta Propertindo dengan PT Memiontec Indonesia, perusahaan afiliasi dari Memiontec Singapura.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakarta Propertindo Hendra Lesmana mengatakan pembangunan instalasi dilakukan melalui anak usaha patungan bernama PT Jakpro Memiontec Air, yang terdiri atas 60% saham PT Jakarta Utilitas Propertindo dan 40% saham PT Memiontec.

Menurutnya pembangunan instalansi tersebut akan dikerjakan dalam waktu 15 bulan dan terbagi dalam dua kali tahapan pembangunan, demi percepatan pelayanan kepada masyarakat.

Tahap pertama dilakukan pembangunan instalansi dengan kapasitas mencapai 200 liter/detik selama sembilan bulan, dan dilanjutkan tahap kedua pembangunan instalasi berkapasitas 300 liter/detik selama enam bulan berikutnya.

“Supaya Juni tahun depan kita sudah bisa punya pasokan tambahan 200 liter/detik dulu, sisanya akan dituntaskan hingga akhir Desember tahun depan,” katanya, usai Groundbreaking di Kawasan Hutan Kota, Penjaringan, Kamis (14/9/2016).

Peresmian Proyek WTP Hutan Kota, Kamis (15/9)
Direktur Pengembangan Bisnis Jakpro, Hendra Lesmana bersama Dirut PAM Jaya Erlan Hidayat berbincang usai peresmian proyek WTP Hutan Kota, Kamis (15/9)

Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo Chairul Hakim mengatakan dana pembangunan proyek mencapai Rp113 miliar, yang berasal dari ekuitas perseroan dan juga pinjaman dari PT Bank DKI.

“Dananya kita dapat dari pinjaman Bank DKI 70% dan sisanya 30% pakai ekuitas Jakpro dan Memiontec,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan pertimbangan menggandeng perusahaan asal negeri singa lantaran BUMD yang bergerak di sektor utilitas tersebut belum memiliki pengalaman dan teknologi untuk mengolah air baku menjadi air bersih.

Untuk bahan baku air, perusahaan memanfaatkan surat izin pengambilan air (SIPA) milik PAM Jaya dari Kanal Banjir Barat (KBB) yang terletak di Hutan Kota Pluit, Jakarta Utara. “Setelah selesai diolah, Palya dan PAM Jaya langsung ambil. Mereka beli air dari kami dengan harga Rp2.650 per meter/kubik,” katanya.

 sumber:bisnis.com