Jakpro Optimis Pengerjaan Pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau ducting di 7 Ruas Wilayah Jakarta Selatan akan Tuntas Sesuai Target

cc

Jakpro Optimis Pengerjaan Pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau ducting di 7 Ruas Wilayah Jakarta Selatan akan Tuntas Sesuai Target

Jakarta, 6 September 2021 – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”), melalui salah satu anak usahanya yakni PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP), berkomitmen menyelesaikan pengerjaan ruas jalan Ibukota dari kabel udara dengan dilakukannya proyek pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau ducting. Terlebih pelaksanaan pekerjaan SJUT ini bertujuan untuk merapikan sekaligus menata ulang infrastruktur jaringan utilitas dan fasilitas pejalan kaki di Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pengerjaan SJUT kepada salah satu anak perusahaan Jakpro yakni PT JIP merupakan penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI yang tertuang dalam beleid Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 645 Tahun 2021 yang merupakan perubahan atas Kepgub Nomor 1016 Tahun 2020 tentang penunjukan lokasi penyelenggaraan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu oleh PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya.

Hari menambahkan, PT JIP menargetkan ada 7 (Tujuh) ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan yang pengerjaan SJUT-nya akan tuntas hingga akhir tahun ini. Adapun lima (lima) ruas jalan sudah tuntas 100 persen yaitu: Jl Mampang Prapatan dengan panjang 5,2 km, Jl Senopati sepanjang 2,8 km, Jl Suryo sepanjang 1,4 Km, Jl Cikajang sepanjang 1,7 km dan Jl Gunawarman sepanjang 1,9 km. “Masing-masing panjang jalan yang sudah tuntas ini terdiri dari dua sisi jalan,” imbuh Hari.

Sedangkan, pengerjaan SJUT di Jl Kapten Tendean pengerjaannya sepanjang 4 km progresnya sudah mencapai 84,05 persen dari target dan Jl Wolter Mongonsidi ditargetkan sepanjang 2,4 km progresnya sebesar 80,19 persen. “Dengan sisa pekerjaan dua ruas yang sedang proses dan progresnya mencapai lebih dari 80 persen, optimis target akhir tahun akan selesai,” Hari menambahkan.

Sebagai informasi, pelaksanaan konstruksi ini sudah dilakukan sejak November 2020 pada ruas Jl Mampang Prapatan dan Jl Kapten Tendean dengan total pembangunan sepanjang 9 kilometer yang diselesaikan pada Februari 2021.

Dengan terselenggaranya SJUT ini diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan pada pembangunan kota DKI Jakarta, sehingga DKI Jakarta dapat menjadi kota yang lebih rapi dan indah dengan kemajuan teknologi informasi yang pesat. Selain itu, DKI Jakarta akan dapat menjadi contoh bagi Provinsi lain di Indonesia dalam penyelenggaraan SJUT.

Di sisi lain, Hari berharap, agar masyarakat memahami dan mendukung niat baik dari Pemerintah DKI Jakarta ini terlepas dari kesulitan dan ketidaknyamanan pengguna jalan selama pengerjaan proyek ducting berlangsung. Menurutnya, kondisi ini hanya akan berlangsung sementara. Sebab, diperlukan penataan jaringan utilitas melalui cara yang sistematis dan terintegrasi di DKI Jakarta agar terciptanya Kota Jakarta yang lebih maju, modern, bersih, dan indah serta layak huni (livable city).(*)