JAKPRO Tambah SPBG Baru di Ancol

Spbg Ancol

JAKPRO Tambah SPBG Baru di Ancol

JAKARTA- PT Jakarta Propertindo (JAKPRO) melalui anak usahanya yakni PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) siap mewujudkan penyediaan 10 SPBG hingga akhir Semester I-2016. Dalam pembangunan SPBG, JUP bekerjasama operasi dengan anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yakni PT Gagas Energy Indonesia (Gagas).

Chairul Hakim, CEO PT Jakarta Utilitas Propertindo menargetkan, semester pertama tahun ini menargetkan penyediaan sepuluh SPBG di DKI Jakarta. SPBG di Ancol, Jakarta Utara ini merupakan pengoperasian yang kelima dari target tersebut. SPBG lainnya yang telah beroperasi yakni, Mampang, Terminal Kampung Rambutan, Depo HEK-Kramat Jati, Halte Ancol serta Depo Tanah Merdeka dalam tahap komisioning.

“Targetnya 10 unit SPBG, bulan depan SPBG Pluit diharapkan tuntas, dan menyusul SPBG Harmoni, dan kita sedang proses akuisisi SPBG baik yang ada di terminal maupun di Depo B TransJakarta,” ungkap Chairul Hakim saat peresmian SPBG Ancol, di Jakarta, Rabu (10/2).
Hadir dalam peresmian SPBG Ancol yakni Direktur Operasi JAKPRO, Wahyu A Harun, Direktur Keuangan PT Transjakarta, Mochamad Aswin, perwakilan Dinas Perhubungan dan Transportasi, serta perwakilan Pemkot Jakarta Utara.

Chairul mengatakan, sesuai amanat Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan SPBG, JAKPRO fokus untuk membantu operasional layanan bus Transjakarta sekaligus menunjang program konversi BBM ke bahan bakar gas. “Kami terus berupaya menyediakan SPBG, namun problemnya lahannya terbatas sehingga butuh terobosan seperti halnya SPBG di Ancol ini, semi knockdown,” tuturnya.

Kehadiran SPBG semi permanen ini, menurut Chairul terinpirasi dari layanan ATM drive thru. Dengan SPBG model drive thru ini ketika bus Transjakarta mengisi BBG cukup mudah hanya berhenti beberapa saat saja dan langsung jalan. Begitupun dengan sistem semi permanen ini, dalam hal perizinan lebih mudah ketimbang mengurus izin seperti layaknya SPBG normalnya`

“Kami di Ancol ini lahanya sekitar 500 m2 begitupun nanti di Pluit malah lebih kecil lahanya, dengan memanfaatkan konstruksi SPBG model sederhana.Khususnya untuk SPBG di Ancol ini, mampu menyediakan sekitar 60 kali pengisian bus Transjakarta,” tuturnya.

Mengenai sistem pembayaran, Chairul Hakim mengatakan, pembayarannya sekarang ini dengan sistem ditagih dengan periode sebulan.Ke depan, menurut Chairul Hakim, para pengemudi Bus Transjakarta akan dibekali kartu tanda khusus yang ditunjukkan saat proses pengisian BBG. Dengan kartu tersebut, maka JAKPRO bisa menagihkan ke PT Transjakarta sehingga tidak membayar sistem bulanan seperti sekarang.”Nanti setiap pengemudi di bekali kartu khusus, untuk mengisi BBG,” paparnya.

Chairul Hakim mengharapkan, adanya kebijakan harga jual BBG di DKI Jakkarta bisa disesuaikan dengan harga di luar Jabodetabek. Karena, selain area DKI Jakarta harga juga BBG normalnya sebesar 4500 rupiah setara satu liter BBM.Dengan harapan, apabila harga BBG yang dijual sama dengan daerah lainnya di luar DKI Jakarta, bisa merangsang minat swasta untuk berinvestasi ke SPBG.

CEO PT Jakarta Utilitas Propertindo Chairul Hakim menekan tombol sekaligus sebagai peresmian pengoperasian SPBE Ancol, di Jakarta, kemarin

Lebih Efisien
Mochamad Aswin Direktur Keuangan PT Transjakarta mengakui, selama ini pengisian SPBG untuk bus Transjakarta mengalami kendala seperti jarak SPBG masih jauh serta proses pengantrean yang panjang. Hal tersebut, tentunya kurang efisien bagi pengoperasian Transjakarta.”Dulunya menuju SPBG jauh, dan ngantre, kurang lebih butuh waktu tiga jam dalam satu pengisian bus.”

Menurut Aswin, keberadaan SPBG di Ancol sangat membantu operasional bus Transjakarta khususnya yang jalur ke Ancol. Lokasi SPBG berada di ujung koridor Ancol sehingga memudahkan bus Transjakarta untuk mengisinya serta menghemat waktu.

“Kehadiran SPBG di Ancol ini sangat membantu kami, dan kedepan diharapkan kerjasama antara JAKPRO dengan PT Perusahaan Gas Negara ini terus semakin erat, demikian dalam pembangunan SPBG lainnya, hal ini semata untuk meningkatkan Bus Transjakarta,” ujarnya.
suh/E-1 (uji coba)