Jelang Pilgub DKI, Pengamanan Balai Kota Diperketat

gedung G

Jelang Pilgub DKI, Pengamanan Balai Kota Diperketat

Jakarta- Mengantisipasi eskalasi politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017, Biro Umum Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meningkatkan pengamanan di area Balai Kota DKI.

Pengetatan pengamanan dilakukan dengan menambah petugas pengamanan dalam (pamdal) menjadi 40 orang, serta mengaktifkan metal detector di samping gedung Lemhanas di Jalan Medan Merdeka Selatan dan di selasar (halaman) gedung Blok G. Tidak hanya itu, dua dari tiga pintu masuk ke Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup. Sehingga mobil hanya bisa melalui pintu gerbang ketiga di samping Lemhanas. Lalu, setiap mobil yang masuk dilakukan pemeriksaan, termasuk orang yang masuk ke dalam Balai Kota berserta barang bawaannya. Selain itu, pagar teralis besi jalan penghubung ke DPRD DKI sudah digembok. Akibatnya, orang tidak bisa leluasa keluar masuk melalui jalan penghubung tersebut.

Kepala Biro Umum Pemprov DKI Jakarta, Agustino Dharmawan mengatakan pengamanan di Balai Kota untuk mengantisipasi eskalasi politik menjelang Pilgub 2017. “Menjelang Pilgub DKI 2017, kita harus meningkatkan pengamanan. Mulai dari sekarang sampai seterusnya, akan begitu terus. Sudah saya instruksikan. Jadi bukan karena ancaman bom kami melakukan pengetatan keamanan. Memang begitu protap pamdal,” kata Agustino dalam konperensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, suasana politik menjelang Pilgub DKI 2017 semakin meningkat, sehingga diperlukan antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Menjelang Pilgub itu tingkat intensitas politik tinggi sekali. Kita hanya mencegah supaya situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Diakuinya, pintu gerbang masuk hanya dibuka satu. Sedangkan dua pintu masuk lainnya ditutup. Bahkan, tidak semua mobil bisa masuk ke lingkungan Balai Kota. Kendaraan yang boleh masuk hanya pejabat tertentu di antaranya mobil dinas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Soal mobil gegana di Balai Kota, Agustino mengatakan akan melihat perkembangan ke depan apakah mobil gegana tersebut tetap ada atau tidak.

“Untuk jalan penghubung ke DPRD DKI, memang kita gembok. Kita perketat. Jadinya pengamanan dari Kebon Sirih ke Balai Kota kita perkuat. Alasannya, ya karena di sana pengamanannya, mohon maaf, dari DPRD tidak begitu ketat. Sedangkan kami inginkan diperketat. Kami jalankan SOP (standar operasional prosedur) sebatas area yang menjadi tanggung jawab kami di Balai Kota,” jelasnya.

Sumber:beritasatu.com