JAKPRO Group Turut Sukseskan Hari Peduli Sampah Nasional

Rombongan JUP berkumpul di Kantor Jakpro, Thamrin City, Jakarta.

JAKPRO Group Turut Sukseskan Hari Peduli Sampah Nasional

JAKARTA –Tepatnya pada Minggu, 21 Februari 2016, waga Jakarta ramai-ramai menggelar kegiatan pungut sampah, dalam momen Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Dukungan HPSN tersebut, semata untuk menjaga agar kualitas hidup warga Kota Jakarta kelak semakin baik sekaligus sebagai warisan tak ternilai bagi anak cucu generasi mendatang. Tidak terlewatkan juga, PT Jakarta Propertindo (JAKPRO) Group melalui Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) turut mengambil peran dalam mendukung gerakan HPSN tersebut.

Pagi-pagi buta, Minggu (21/2), puluhan personel JUP yang dikomandani oleh Dirut JUP, Chairul Hakim, sudah memadati lingkungan kantor JAKPRO yang berada di Thamrin City, Jakarta Pusat. Perwakilan dari JAKPRO juga tidak ketinggalan yakni Achmad Hidayat, dari Kepala Divisi Corporate Secretary beserta keluarga dan Humas JAKPRO turut bergabung.

Mereka hadir, dengan persiapan peralatan antara lain, segepok karung plastik warna hitam tempat sampah, sebundel sapu lidi, serta lengkap dengan sarung tangan. Tak hanya itu, warga JUP juga melengkapi identitas dengan kaos khusus yang dibagikan di lokasi.

Sebagai kampanye kepedulian terhadap sampah, pasukan JUP siap menggasak sampah yang tercecer di lungkungan jalan sekitar Kantor Pusat JAKPRO. Setelah berdo’a bersama rombongan bersih-bersih, siap mengais sampah yang dimulai dari Jalan Boulevard Teluk Betung, lalu menyisir ke Jalan Kebon Kacang Raya, Jalan Teluk Betung I hingga Jalan Raya Teluk Betung, dan diteruskan ke Jalan Sudirman, hingga panggung pusat acara pencanangan HPSN di Jalan Imam Bonjol.

Suasana cukup meriah, apalagi acara HPSN didukung oleh instansi lainnya yang turut memeriahkan, seperti dari PD Pasar Jaya, dan BUMD lainnya. Demikian juga, tentunya sebagai inisiator Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutangan serta  Kementerian terkait, bergerak bersama.

Dalam kesempatan deklarasi puncak HPSN, di panggung tepatnya pelataran Jalan Imam Bonjol tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Turut hadir, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Musildan Baldan, Kepala Staff Kepresidenan, Teten Masduki,  Kepala BNPB William Rampangilei, Rahmad Witoelar Staff Khusus bidang Perubahan Iklim, Tokoh Lingkungan Hidup Prof. DR.Emil Salim, Anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha, serta beberapa pejabat lainnya yakni Ketua Kowani, Giwo Rubiyanto Wiyogo.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub DKI Jakarta Djarot S Hidayat mengatakan, penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara sepotong-sepotong, atau dengan kata lain harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Selain itu, perlunya menggugah kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Ini, momentum yang tepat untuk menyampaikan revolusi mental. Apa kita mesti mewariskan kerusakan ke generasi antara 500 hingga 1.000 tahun mendatang? Karena sampah plastik itu terurai ratusan hingga seribu tahun,” ungkap Djarot, pada deklarasi HPSN tersebut.

Seiring dengan HPSN ini, Djarot mengatakan, Pemprov DKI mulai sekarang mendeklarasikan sekaligus menyosialisasikan tas kresek (kantong plastic) berbayar. Karena, sebagian besar sampah DKI Jakarta berasal dari tas kresek.

“Kita sudah mulai terapkan dari pasar tradisional hingga retail modern, dan harus beli hingga 5.000 per kantong plastik. Kita tetapkan pergubnya bahkan akan ditegaskan dalam aturan hukum setingkat perda,” ujarnya.

Bagi warga yang menggunakan kantong plastik tetapi tak mau dikenakan sanksi, Djarot mengimbau, warga untuk membawa kantong plastik sendiri apabila berbelanja. Ia kembali mengimbau seluruh warga dan Super Market, untuk stop memberikan kantong sampah plastic gratis. Kota Jakarta harus menjadi kota yang nyaman, dan saatnya bergerak bersama untuk lingkungan. Nantinya, perilaku kita semua akan tercatat oleh generasi mendatang.

Pasukan Pembasmi Sampah, turut berpartisipasi dalam HPSN, kawaasan Thamrin City, Jakarta, kemarin.
Pasukan pembasmi sampah, turut berpartisipasi dalam HPSN, kawasan Thamrin City, Jakarta, kemarin.

Revolusi Mental

Sementara, Teten Masduki mengatakan, tingkat peradapan suatu bangsa, dapat dinilai dari bagaimana bangsa tersebut mampu mengelola sampah atau tidak, dan mempunyai managemen sampah dengan baik. Korea Selatan, revolusi mental diawali dengan bagaimana warganya disiplin membuang sampah. Perilaku ini, juga merupakan bentuk tanggungjawab secara pribadi ke lingkungan, dan masyarakat pada umumnya.

“Tingkat korupsi bisa terus turun, apabila seseorang punya rasa tanggungjawab.Kita mulai bereskan sampah, bangun kesadaran bersama tak buang sampah sebarangan. Sebenarnya tanggungjawab, juga merupakan bagian membangun revolusi mental.”

Prof Emil Salim menambahkan, Kota Jakarta merupakan barometer kota secara nasional, sehingga menjadi kiblat dari kota lain. Apabila Kota Jakarta melakukan hal baik seperti pencanangan HPSN, maka seluruh Indonesia seharusnya mendengar.”Denda sekitar 5 ribu rupiah itu, nantinya akan dikembalikan untuk rakyat miskin. Dengan kata lain, bebaskan sampah plastic, untuk selamatkan rakyat miskin.”

suh/