Konsep dan Visi Masa Depan Jakarta International Stadium (JIS) Disebut Bisa Merubah Karakter dan Budaya Masyarakat

default

Konsep dan Visi Masa Depan Jakarta International Stadium (JIS) Disebut Bisa Merubah Karakter dan Budaya Masyarakat

Jakarta, 25 Juli 2021 – Pembangunan kawasan olahraga terpadu Jakarta International Stadium (JIS) atau yang dikenal dengan “Stadion Kita” dirancang untuk menopang kehidupan sosial masyarakat di masa depan (civilization). Sebab, JIS di desain dengan perencanaan kawasan yang modern, keberlanjutan, dan terintegrasi. Dengan demikian, visi pembangunan JIS akan merubah karakter dan budaya masyarakatnya.

“Kemajuan JIS akan berdampak kepada lingkungan lainnya. Sehingga, dengan adanya JIS akan mengubah karakter dan budaya masyarakat,” ujar Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ketika ketika menjadi pembicara dalam acara Webinar Series JIS dengan tema “Hadirnya Kawasan Olahraga Terpadu yang Mengubah Peradaban sebagai Wujud Kehidupan yang Berkelanjutan” Sabtu, (24/7/2021).

Heru meyakini, salah satu konsep JIS yaitu menjadi kawasan olahraga terpadu yang terintegrasi dengan transportasi publik seperti: LRT Jakarta, Transjakarta, dan Commuter Line akan berdampak kepada dibarengi perubahan pola pikir (mindset) masyarakat. Sebab, konsep ini akan membiasakan warga untuk merencanakan hidupnya menjadi lebih teratur, disiplin, dan berkualitas. Selain itu, masyarakat juga menjadi lebih memiliki kesadaran (aware) pentingnya kebersihan, olahraga, dan berfikir komprenhensif.

“JIS memberikan panduan (guidance) gambaran tatanan sosial masyarakat arau peradaban di masa depan. Lalu JIS mengoptimalkan teknologi untuk mendukung masa depan tersebut serta menjaga kualitas kehidupannya (quality of life),” ujarnya.

Sementara itu, pembicara lainnya dalam webinar ini yaitu Project Manager JIS, Arry Wibowo mengatakan, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) selaku developer akan mengoptimalkan JIS sebagai kawasan livable city atau kawasan kota layak huni dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022. Pembangunan megastruktur ini adalah sebagai pusat kegiatan strategis yang tidak hanya mengakomodasi kegiatan olahraga, tetapi juga kegiatan komersial, edukasi, dan hiburan.

Terlebih juga, pembangunan JIS mengacu pada visi bahwa Jakarta merupakan kota maju, lestari, berbudaya dan melibatkan warganya dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi sesama. Sehingga, harapannya hadirnya JIS dapat mendorong semangat pengembangan urban regeneration.

“JIS nantinya diharapkan dapat menjadi katalis urban regeneration yang memiliki misi mencakup pembangunan manusia, kesejahteraan umum, integritas aparatur, pelestarian, dan simpul kemajuan,” ujarnya.

Untuk mendukung konsep pengembangan kawasan olahraga terpadu, JIS juga didukung dengan fasilitas transportasi publik yang memadai sesuai konsep pengembangan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development). Selain itu, fasilitas stadion juga sangat modern, yakni berupa rumput stadion dan lapangan latih berjenis hybrid turf sesuai standar FIFA. Kemudian, lahan parkir luas dengan delapan ratus lot parkir mobil dan seratus lot parkir bus, atap buka-tutup, dua ratus tempat duduk khusus difabel, dan skyview deck.

“Semua fasilitas yang tersedia dan teknologi yang digunakan dalam JIS merupakan manifestasi dari kata internasional pada nama JIS,” imbuh Arry.

JIS juga akan menjadi stadion pertama di Indonesia yang menggusung konsep Green Building. Untuk menciptakan ekosistem yang mendukung konsep ini, JIS akan menerapkan Green Attitude. Green Attitude adalah perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap kelestarian dan keberlanjutan lingkungan. Dengan begitu, JIS menjadi simbol transformasi masyarakat menuju budaya Green Attitude atau peduli terhadap keberlanjutan bumi.

Sebagai proyek megastruktur berskala global, Arry menerangkan, JIS dibangun dengan memperhatikan setiap detail aspek yang berlaku dalam tatanan nilai standar internasional. Dalam proyek ini, rancangan struktur mulai dari fondasi hingga atap menggunakan teknologi ketekniksipilan yang mutakhir.

“Mulai dari penggunaan fondasi pile cap, beton precast untuk tribun, hingga struktur atap bukatutup atau retractable roof yang menggunakan sistem space frame,” imbuhnya.

Di sisi lain, dari segi jumlah penonton, JIS akan menjadi terbesar di tanah air dengan kapasitas 82 ribu penonton. Kapasitas tersebut lebih besar dari stadion klub kelas dunia, seperti Real Madrid (81.044 penonton), Manchester United (76.000 penonton), dan AC Milan (75.293 penonton). Tak heran, Berdasarkan laporan Daily Mail pada 20 Februari 2021, JIS masuk dalam 10 stadion termegah di dunia. JIS masuk dalam daftar ke-10 setelah Miami Freedom Park, Lusail Iconic, Bramley-Moore Dock, Camp Nou, Santiago Bernabeu, New Feyenoord, Della Roma, New San Siro, dan Grand Stade de Casablanca.

Selain itu, untuk mensosialisasikan sekaligus memberikan kabar baik bagi warga Jakarta dan Indonesia, dengan adanya JIS sebagai wajah baru Jakarta, sebuah infrastruktur hasil karya arsitektur anak bangsa yang inovatif,berstandar internasional, berwawasan lingkungan, dan merefleksikan masyarakat Indonesia yang inklusif dan terus bergerak maju, JIS akan menyelenggarakan acara webinar bertajuk “Satu Atap, Satu Bangsa, #StadionKita” pada Rabu, 28 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. Webinar ini dibuka untuk umum dan akan membahas mulai dari sejarah sepakbola, proses dan tantangannya membangun stadion berkelas internasional, hingga bagaimana JIS dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan masyarakat sekitar, tidak hanya di bidang olahraga saja, melainkan juga mendukung terciptanya ekosistem pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di wilayah Jakarta Utara.