Kontruksi Tahap Awal ITF Sunter Direncanakan Dimulai pada Kuartal Ke-Empat Tahun ini

view02_rev

Kontruksi Tahap Awal ITF Sunter Direncanakan Dimulai pada Kuartal Ke-Empat Tahun ini

Jakarta, 19 September 2022 – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) melalui anak perusahaan PT Jakarta Solusi Lestari (“JSL”) mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF) bisa menjadi solusinya permasalahan sampah di kota-kota besar seperti Jakarta. Tentunya dalam membangun sebuah inovasi baru terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari perencanaan, komunikasi dengan Pemprov DKI untuk mendorong regulasi, pemilihan mitra, hingga tahap konstruksi nanti. Meski demikian, Jakpro menegaskan pembangunan ITF Sunter di Jakarta Utara tetap dilaksanakan pada tahun ini.

Rencananya kontruksi tahap awal ITF ditargetkan terlaksana pada kuartal ke-empat tahun ini. “Saat ini telah berproses tender untuk seleksi kemitraan ITF,” ujar Syachrial Syarif, VP Corporate Secretary Jakpro. Syachrial menambahkan, pengumuman pemenang tender akan dilakukan oleh PT Jakarta Solusi Lestari pada bulan November nanti. Adapun setiap tahapannya sudah melalui proses dan tata laksana dengan menerapkan prinsip GCG dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ITF Sunter, menurut Syachrial, adalah solusi pengolahan sampah yang tepat bagi Ibukota dan warga DKI Jakarta, didukung dengan teknologi teruji, modern dan sangat ramah lingkungan. ITF Sunter nantinya akan mampu mengolah 2200 ton/hari dan mengurangi 30% sampah Jakarta yang setiap harinya dikirim ke TPST Bantargebang. “Itu sebabnya ITF Sunter menjadi salah satu solusi bagi DKI Jakarta untuk mampu menyelesaikan permasalahan persampahan di Ibukota” ujarnya.

Pembangunan ITF Sunter sudah direncanakan secara matang dan melibatkan banyak pihak. ITF Sunter dengan teknologi teruji dan modern dan telah banyak digunakan di negara-negara maju di dunia, didesain mampu memusnahkan dan mereduksi volume sampah 80% hingga 90% dengan standar emisi Euro 5 dan menghasilkan energi listrik 35 MW/jam. Ini merupakan wujud perubahan cara pandang karena sejatinya sampah adalah material produktif dalam ekonomi sirkular (circular economy). “Karena itu ITF Sunter dirancang dengan memperhatikan pembangunan kota yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dijelaskan kembali, ITF Sunter merupakan mandat Pemprov DKI Jakarta kepada Jakpro melalui Pergub 33 Tahun 2018 tentang Penugasan Lanjutan Dalam Penyelenggaraan Fasilitas Pengelolaan Sampah Antara di Dalam Kota/ Intermediate Treatment Facility (ITF). Proyek ITF Sunter merupakan Pengolahan Sampah Terbesar di Indonesia yang menghasilkan tenaga listrik dengan Teknologi pengolahan sampah yang teruji, modern dan ramah lingkungan.