LRT Rampung Sebelum Asian Games

Ilustrasi LRT

LRT Rampung Sebelum Asian Games

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memastikan operasional Light Rail Transit (LRT) rampung sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang. Bahkan LRT akan melintas di venue yang ada di Ibukota.

“Bila kejar untuk Asian Games, tapi hanya fase pertama saja,” kata Basuki usai melakukan rapat koordinasi di Gedung Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Kamis (24/3).

Venue seperti Equistrian (balap kuda), Velodrome (balap sepeda), dan basket akan dilintasi LRT. Sehingga diharapkan bisa memudahkan atlet untuk menuju venue dari hotel.

Nantinya di atas depo LRT, akan dibangun apartemen. Untuk fase 1 ini membutuhkan investasi mencapai Rp 5 triliun lebih. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan sebesar Rp 4 triliun. Sisanya akan ditanggung oleh PT Wijaya Karya (Wika) yang akan bergabung dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Fase pertama atau yang disebut koridor Asian Games, rute awal sejauh 20 kilometer. Dalam rancangan, jalan LRT akan dibuat sebagai jalan layang atau elevated track yang dibangun sebagian besar di atas jalur bus Transjakarta. Rute akan dimulai dari Rawamangun menuju Kelapa Gading, lalu berakhir di Stasiun Kota.

Sementara itu untuk sembilan koridor LRT yang direncanakan, Basuki yakin bisa selesai pada 2020 mendatang. Terlebih saat ini sudah ada Peraturan Presiden (Perpres), dimana pembangunan bisa menunjuk langsung kepada BUMN dan BUMD.

Groundbreaking Mei

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menargetkan Groundbreakingatau peletakan batu pertama pembangunan Light Rail Transit (LRT) dilakukan Mei mendatang. Untuk pembangunannya pun juga tidak memerlukan lelang.

“April kalau bisa groundberaking. Kalau nggak keburu ya Mei,” kata Basuki usai melakukan rapat koordinasi di Gedung Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/3).

Basuki mengatakan, karena tidak melalui mekanisme lelang, dibutuhkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (light Rail Transit) Terintegrasi Di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

Karena dalam Perpres hanya diatur penunjukan langsung untuk pembangunan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sementara kepada BUMD belum ada.”Langsung cepat nggak usah lelang lagi. Kan yang bangun BUMD. Tapi ada Perpres yang mesti direvisi sedikit,” ujarnya.

Basuki optimis revisi Perpres bisa lebih cepat, karena sudah disetujui oleh Menko Perekonomian, Darmin Nasution. Revisi akan segera diajukan kepada Presiden Joko Widodo.

Basuki menuturkan setelah Perpres direvisi pembangunan LRT langsung bisa dimulai. Meski mengacu pada Perpres, pembangunannya tetap harus sesuai dengan aturan.

Sumber:beritajakarta.com