Pembangunan Velodrome Dimulai April 2016

Wagub Djarot S Hidayat memberikan pengarahan ke jajaran SKPD dan JAKPRO, dalam rapat koordinasi proyek Velodrome, di Jakarta, kemarin.

Pembangunan Velodrome Dimulai April 2016

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memastikan proyek renovasi arena balap sepeda untuk track cycling (velodrome) di Rawamangun, Jakarta Timur, dimulai per April 2016. Sekarang ini, masih dalam persiapan kontraktor penggarap Velodrome berstandar internasonal.

“Kita tidak main-main ini, velodrome dan equestrian masih on schedule. Groundbreaking untuk Velodrome ini, insyaalah bulan April nanti dimulai dibangun,” ungkap Djarot usai melakukan rapat terbatas yang dihadiri jajaran manajemen PT Jakarta Propertindo (JAKPRO), serta diikuti seluruh jajaran dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) DKI Jakarta terkait. Demikian juga dihadiri oleh asosiasi terkait berkuda dan balap sepeda.

Djarot menegaskan, semua fasilitas velodrome berstandar internasional baik dari bahannya seperti kayu, ruang indoor, pendingin udara (AC), lintasan dan lainnya berstandar prasarana olahraga berstandar dunia.

“JAKPRO posisi sebagai koordinator, dan semua fasilitas tersebut harus mendapat rekomendasi dari UCI (Union Cycliste Internationale) atau persatuan balap sepeda dunia.”

Terkait penggarap proyek, Djarot enggan berkomentar secara teknis, paling tidak JAKPRO menyiapkan konsultannya dan penggarapnya sekitar empat kontraktor yang masuk daftar/list. Wagub menegaskan, pemilihan pengerjaan proyek penting, karena prasarana Velodrome ini untuk ajang olahraga dunia.

“Target Velodrome ini, paling lambat Februari 2018, dan soal penghapusan aset, insyaalah akan tuntas sebelum April mendatang,” tegasnya.

Dharmananda, Project Manager Velodrome mengatakan, semua perencanaan dan pelaksanaan proyek velodrome masih on schedule. Hanya saja, mengenai pelaksanaan dari aspek non teknis, ia berharap mesti dipercepat. Sebab, menurutnya, untuk mengerjakan Velodrome perlu sertifikat tanah, pengukuran serta pemenuhan perizinan.

“Terkait hal non teknis ini, kami sudah berkoordinasi dengan Disorda, untuk proses izin khususnya, sebelum masuk ke pelaksanaan.”

Mengenai pengerjaan proyek, lanjut Dharmananda, konsultan sudah melakukan cek fisik di lokasi Velodrome, dan diharapkan segera menetapkan basic design pada 5 April mendatang. Sedangkan penetapan pemenang penggarap Velodrome, menurutnya, bisa diumumkan pada 17 April 2016. Sedangkan, kontrak pengerjaan proyek bisa segera diteken pada 23 April. “Kami berharap 24 April, kontraktor full sudah mengerjakan proyek,”ujarnya.

Wagub Djarot S Hidayat memberikan pengarahan ke jajaran SKPD dan JAKPRO, dalam rapat koordinasi proyek Velodrome, di Jakarta, kemarin.
Wagub Djarot S Hidayat memberikan pengarahan ke jajaran SKPD dan JAKPRO, dalam rapat koordinasi proyek Velodrome, di Jakarta, kemarin.

Kepala Dinas Olahraga (Disorda) DKI Jakarta, Firmansyah menyatakan siap mendukung pengerjaan Velodrome dengan penyiapan sertifikat yang diharapkan dari JAKPRO dengan menggunakan surat keterangan aset dari BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah). Tidak hanya itu, Disorda juga mendukung pembentukan DED (detail engineering design) proyek.

“Soal kebutuhan sertifikat itu, kita bisa pakai surat keterangan aset dari BPKAD, bisa dilakukan, jadi semua ini sudah disampaikan ke JAKPRO,” ujarnya.

Terkait penyediaan lokasi bagi pembangunan, Firmansyah menambahkan, saat ini bersama dengan Kementerian Keuangan untuk melakukan tender pembongkaran fisik. Diharapkan pada 22 Februari nanti dapat ditetapkan pemenangnya.”Peserta lelang cukup banyak, dan jangka pembongkaran sendiri, diperkirakan memakan waktu sekitar 40 hari ke depan.”
suh/