PT Kereta Api Indonesia (KAI) Gandeng Jakpro Kelola Kawasan Berorientasi Transit/ Transit Oriented Development (“TOD”) Stasiun LRT Jabodebek di Jakarta

WhatsApp Image 2022-03-28 at 12.20.48

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Gandeng Jakpro Kelola Kawasan Berorientasi Transit/ Transit Oriented Development (“TOD”) Stasiun LRT Jabodebek di Jakarta

Jakarta, 28 Maret 2022 – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI hari ini menandatangani nota kesepahaman bersama (MOU) untuk merealisasikan kerjasama pembangunan dan pengelolaan TOD di stasiun LRT Jabodebek yang ada di Jakarta.

Pada tahap awal kerjasama ini, KAI dan Jakpro akan memprioritaskan kerja sama terkait pengelolaan Kawasan TOD di 4 (empat) lokasi prioritas LRT Jabodebek yaitu Stasiun LRT Pancoran, Stasiun LRT Ciliwung, Stasiun LRT Kampung Rambutan, dan Stasiun LRT Ciracas. KAI telah mendapatkan penugasan dari Pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit Terintergrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (“Perpres LRT Jabodebek”). Dalam melaksanakan amanah tersebut, KAI mengajak Jakpro untuk bekerjasama pengelolaan TOD Lokasi Prioritas LRT Jabodebek.

Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto pada akhir penandatanganan kesepakatan mengungkapkan rasa tersanjung dan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Jakpro untuk melakukan kerjasama pembangunan Kawasan TOD ini. Menurutnya, hal ini menjadi pemicu semangat insan Jakpro untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk pengembangan kota Jakarta serta penyediaan fasilitas yang lebih baik dan nyaman bagi warga ibukota.

“Jakpro merasa tersanjung dan berterimakasih atas bersedianya KAI memilih Jakpro sebagai mitra untuk pengembangan TOD LRT Jabodebek. Harapannya sinergi ini dapat mengakselerasi kemajuan fasilitas dan kota dapat berkembang dari segala aspek.” jelasnya.

Adapun ruang lingkup dari Nota Kesepahaman ini adalah melakukan kegiatan persiapan dan perencanaan dengan melakukan kajian-kajian secara komprehensif terkait rencana kerja sama TOD. Kerjasama ini di antaranya meliputi pemetaan potensi kawasan TOD yang akan dikerjasamakan, pemetaan potensi dan kelayakan bisnis di kawasan TOD hingga kajian finansial dan kelayakan bisnis TOD.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Usaha KAI Jeffrie N Korompis menyampaikan bahwa perlu adanya sinergi antar stakeholder dan seamless connectivity antarmoda untuk mengatasi kemacetan serta menghadirkan infrastruktur penunjang konektivitas transportasi yang baik.

Pengembangan kawasan terintegrasi diharapkan dapat menciptakan budaya baru, dimana stasiun tidak hanya menjadi tempat untuk naik turun penumpang, namun bisa menjadi simpul intermoda dan tempat multifungsi atau mixed use yang aman dan nyaman. Pengembangan ini juga akan membuat perjalanan menjadi lebih efisien melalui konektivitas yang baik antara transportasi umum dengan kawasan TOD.

Transit Oriented Development atau lebih dikenal dengan sebutan TOD merupakan pengembangan yang mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas yang mudah dengan berjalan kaki ataupun bersepeda serta dekat dengan pelayanan angkutan umum untuk menjangkau ke seluruh kota.

Bangunan multi-fungsi dengan konsep hunian dan akses transportasi mudah semakin marak digarap oleh perusahaan. Pasalnya, pengembangan konsep ini dinilai dapat memaksimalkan penggunaan angkutan publik, sehingga meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi dan pemborosan energi, serta meningkatkan gaya hidup perkotaan atau lifestyle yang lebih sehat.