Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) Menjadi Obyek Lomba Jakarta Millennial Report, 80 Peserta Telah Terdaftar

1. Birdeye Masterplan

Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM) Menjadi Obyek Lomba Jakarta Millennial Report, 80 Peserta Telah Terdaftar

Jakarta, 15 September 2021 – Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (“TIM”) menjadi obyek lomba video yang diselenggarakan komunitas Jakarta Millennial Report (JMR) kolaborasi PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) dengan perkumpulan jurnalis video nasional.

Sebanyak 80 peserta yang tergabung dalam 16 tim telah lolos seleksi administrasi yang dilakukan setelah masa pendaftaran ditutup pada tanggal 6 September lalu. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Seluruh karya video tersebut saat ini sedang diseleksi oleh tim juri independen untuk mendapatkan 5 tim finalis. Kelima tim ini selanjutnya menggarap video tentang salah satu obyek paling menarik di Jakarta, Pusat Kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM).

“Seleksi pada tahap ini berlangsung dua hari, 16-17 September 2021. Setelah itu, kita dapatkan 5 tim finalis yang akan berlomba menceritakan tentang Jakarta, khususnya Pusat Kesenian Taman Ismail Marzuki,” kata Nadia Diposanjoyo, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Jakpro.

Para finalis diundang ke Jakarta untuk melakukan observasi tentang Taman Ismail Marzuki dan mengikuti pertemuan teknis yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Video (AJV) pada tanggal 25 September 2021.

“Setelah observasi dan pertemuan teknik, peserta mendapat kesempatan melakukan syuting video di Taman Ismail Marzuki yang hampir selesai direnovasi oleh Jakpro,” tutur Nadia.

Selama masa syuting, editing, dan nantinya semua peserta mengunggah karya video mereka di media sosial masing-masing, Nadia menjamin kebebasan berekspresi tanpa batas.

“Tidak ada batasan tertentu. Ini kan komunitas Jakarta Millennial Report atau JMR yang temanya Menceritakan Tentang Jakarta. Bebas-bebas mereka aja mau cerita apa. Hanya obyeknya yang dalam diskusi dengan AJV diputuskan Taman Ismail Marzuki,” cerita Nadia.

Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki dipilih karena saat ini hampir selesai direnovasi dan akan menjelma menjadi salah satu Urban Art Center dan Creative Hub yang unik di Asia Tenggara.

“TIM memang disiapkan menjadi creative hub-nya Indonesia. Canggih, modern, dan mengakomodir kebutuhan zaman,” tutur Nadia.

Ketua Penyelenggara Lomba, Said Rizky Batavian, dari AJV mengatakan, TIM dipilih sebagai obyek lomba karena wajah barunya telah ditunggu-tunggu warga Jakarta, terutama kalangan seniman dan kaum muda kreatif. TIM juga menjadi perhatian khusus masyarakat seluruh Indonesia.

Karya finalis JMR mulai diunggah di media sosial masing-masing peserta sejak tanggal 28 September hingga 2 Oktober. Hasil akhirnya diunggah pada tanggal 3 Oktober di media sosial peserta dan seluruh akun Aliansi Jurnalis Video (AJV).

Dewan juri yang dipimpin penggiat media sosial dan akademisi komunikasi terkemuka, DR. Rully Nasrullah, akan menilai karya-karya yang diunggah pada tanggal 3-7 Oktober dan mengumumkan karya terbaik pada tanggal 8 Oktober di Jakarta secara offline dan online.

Karya terbaik mendapatkan hadiah uang tunai dari Jakpro dan berbagai bingkisan lain dari AJV Jurnalis Merdeka. Sedangkan sebelumnya, seluruh tim finalis mendapatkan biaya produksi serta uang saku selama di Jakarta.