Renovasi Equestrian Rampung 2017

Profile Landi Rizaldi

Renovasi Equestrian Rampung 2017

JAKARTA – PT Pulo Mas Jaya (PMJ) memastikan, pembangunan Jakarta International Equestrian Park, Pulomas akan rampung pada akhir 2017, sebelum pelaksanaan Asian Games pada Agustus 2018. Saat ini, PMJ tengah melakukan pekerjaan pengurugan tanah (land grading) untuk lapangan tanding utama (Field of Play) dan lapangan equestrian lainnya.

“Insya Allah pembangunan kawasan equestrian ini rampung akhir 2017, dan sekarang trek pacuan kuda yang lama sudah diurug tanah” ungkap Dirut PMJ, Landi Rizaldi, saat ditemui Redaksi Jakpronews di ruang kerjanya di Kawasan Perkantoran Pulomas, Jakarta Timur, kemarin.

Proses pengurukan ini sudah berjalan sejak acara Hari Ulang Tahun ke 489 Kota Jakarta pada 22 Juni 2016 lalu, ditandai dengan acara launching tiga proyek Asian Games yakni LRT Jakarta, Velodrome, dan Equestrian, yang acaranya digelar di lokasi proyek velodrome, Rawamangun.

Landi mengaku, salah satu tantangan dalam pembangunan Equestrian Park ini adalah musim penghujan. Praktis masa pembangunan akan melewati dua musim penghujan sebelum Asian Games 2018, yakni awal tahun 2017 dan 2018.“Elevasi lahan Equestrian ini, juga berada sekitar 1,5 – 2,5 meter dibawah peil banjir sehingga harus disesuaikan, agar pada musim penghujan nanti tidak ada genangan,” tuturnya.

Dirut Pulomas ini menegaskan, semua perencanaan, rancangan dan spesifikasi fasilitas serta perlengkapan pertandingan Equestrian di Pulomas telah mengacu pada persyaratan internasional, sesuai buku panduan yang dikeluarkan oleh Federasi Equestrian Internasional (FEI) tentang Equestrian Venues and Operational Requirements edisi Januari 2015.

”Intinya semua persyaratan kita penuhi, dan tak ada kompromi. Dan kita juga didukung orang-orang yang kompeten dibidangnya dan diakui oleh FEI.”

Standar Internasional

Landi Rizaldi menjelaskan rencana proyek Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, kemarin.
Paparkan Proyek Equestrian

Menyinggung polemik dengan Pordasi DKI Jakarta yang tetap ingin mempertahankan trek pacuan kuda, Landi mengaku, memang Pordasi menginginkan untuk mempertahankan trek pacuan.

Disisi lain, Landi menegaskan, “Yang dibutuhkan untuk Asian Games 2018 adalah cabang berkuda Equestrian. Karena keterbatasan lahan maka PMJ harus mengedepankan kepentingan nasional untuk menghadapi Asian Games 2018.”

Equestrian adalah olahraga prestasi yang memiliki jenjang karier sampai ke olympiade. Sementara pacuan adalah olahraga rekreasi yang erat hubungannya dengan perjudian. Pacuan kuda memang tidak dipertandingkan dalam acara multi-event olahraga internasional termasuk Asian Games dan Olimpiade.

”Sekarang fokus kita adalah membangun sarana Equestrian berstandar internasional demi kemajuan olahraga prestasi di tanah air. Untuk menghadapi Asian Games 2018, kita ini sudah kejar-kejaran dengan waktu.” tambahnya.

Menurut Landi, para atlet berkuda equestrian membutuhkan pembinaan serius dan terpusat melalui program yang berkelanjutan. Pembangunan Equestrian Park ini sebagai sarana yang diharapkan dapat mendorong lahirnya atlet berkuda equestrian berbakat untuk berprestasi di ajang olahraga dunia.

Progres Proyek

“Memang semangatnya dulu di tahun 70-an, pemerintah butuh dana investasi yang besar untuk membangun infrastruktur Kota Jakarta. Seperti juga terlahirnya Casino di Ancol dan arena balap anjing greyhound di senayan yang sekarang sudah dirubah total menjadi Pusat olahraga atletik di Stadion Madya, Senayan. Sekarang arahnya menyediakan fasilitas bertaraf internasional untuk melahirkan atlet yang berprestasi. Jadi sesuai kebutuhan zaman yang terus berubah,” tuturnya.

suh/