September, Jakpro Tunjuk Kontraktor Garap LRT

Dirut Jakpro dan Gub DKI

September, Jakpro Tunjuk Kontraktor Garap LRT

Jakarta — PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berencana memutuskan kontraktor yang membangun proyek light rail transit (LRT) dalam kota Jakarta pada September 2016.

“Kita putuskan September,” kata Direktur Utama Jakpro Setya Heragandhi ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/8).

Ia memaparkan tahapan pembangunan LRT adalah desain dasar, beauty contest, dan penunjukkan kontraktor. Saat ini, desain dasar dari konsultan Mac Donald sudah keluar pada pekan lalu.

“Desain dasar berupa rancangan trase, detil pembangunan, ketinggian jalan, juga signal sistem pelistrikan serta rolling stok. Informasi detil ini yang diperlukan oleh para kontraktor dan manufaktur agar bisa menyiapkan harga penawaran,” paparnya.

Setelah itu, para kontraktor mengajukan harga penawaran ke Jakarta Propertindo sekaligus negosiasi. Ia mengharapkan dalam dua hingga tiga pekan ke depan, sudah mendapatkan harga penawarannya.

Jika kedua belah pihak sepakat mengenai harga penawarannya, maka Jakpro akan memutuskan kontraktornya pada September dan pembangunan dapat dilakukan paling lambat Oktober ini. Para kontraktor yang diundang untuk mengikuti beauty constest adalah BUMN karya, seperti Adhi Karya (Persero) Tbk, Waskita Karya (Persero) Tbk, dan Wijaya Karya (Persero) Tbk.

“Sebab mereka sudah kita libatkan dari awal. Intinya, semua BUMN karya akan ikut beauty contest,” ujarnya.

Ia mengharapkan LRT yang dibangun Adhi Karya di luar Jakarta dapat terintegrasi dengan LRT dalam kota Jakarta. Terintegrasi dalam hal model, jenis operasional, tata cara, dan operatornya sama.

Pada kesempatan serupa, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak mempersoalkan siapa yang akan membangun LRT Jakarta asalkan pengoperasian dan sistem dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Yang penting pengoperasian bersama-sama, sebab kita ingin sistemnya terintegrasi dan efisien. Kalau sudah terbangun (LRT dalam kota),” tutur Basuki.

Ia mengakui satu koridor LRT dalam kota atau sepanjang 6 kilometer akan dibangun oleh Korea Selatan, dengan skema business to business. Namun, untuk koridor lainnya masih terbuka untuk perusahaan lain.

Sumber:IMQ21.com