Visi dan Upaya Jakpro Membangun Ekosistem Lingkungan yang Bersih, Indah, Ramah, dan Berkelanjutan

DCIM102MEDIADJI_0006.JPG

Visi dan Upaya Jakpro Membangun Ekosistem Lingkungan yang Bersih, Indah, Ramah, dan Berkelanjutan

Jakarta, 19 Januari 2021 – Genap di usianya yang ke-20 PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro berkomitmen untuk bertransformasi menjadi perusahaan yang fokus mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan atau Environmental Sustainability. Tentunya, hal ini sejalan dengan semangat pengendalian iklim yang telah diratifikasi oleh 195 negara melalui kesepakatan Paris pada 2015 atau Paris Agreement. Dengan begitu, Jakpro sebagai perusahaan tidak hanya fokus mengejar keuntungan (profit) semata melainkan juga mendukung terciptanya ekosistem lingkungan yang bersih, indah, ramah, dan berkelanjutan.

Jakpro sebagai perusahaan yang peduli terhadap pembangunan lingkungan yang berkelanjutan bukan-lah isapan jempol semata. Faktanya, aset-aset yang dimiliki dan dikelola oleh Jakpro berstandar internasional begitupun dengan proyek yang sedang dikerjakan ataupun yang akan dikerjakan memiliki konsep ramah lingkungan dan mendukung terciptanya ekosistem keberlanjutan.

Misalnya saja, proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara mengusung konsep green building. Itu artinya, JIS akan menjadi stadion pertama di Indonesia atau sedikit stadion di Asia yang mengusung konsep lingkungan keberlanjutan. Nantinya JIS juga akan memperoleh sertifikasi atau greenship level platinum yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi Green Building Council Indonesia (GBCI).

Selain JIS, Jakpro juga sedang mengerjakan proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM). Nantinya, TIM akan memiliki wajah baru yang lebih ikonik, indah, dan monumental serta ramah terhadap lingkungan sebagai pusat pengembangan industri kreatif. Untuk menghadirkan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan, TIM juga akan dilengkapi dengan ruang terbuka hijau seperti taman.

Selanjutnya, Jakpro juga sedang membangun membangun pembangkit listrik tenaga sampah atau waste to energy Intermediate Treatment Facility (ITF). Pengolahan sampah ini akan menggunakan teknologi dari Jerman dengan standar emisi global EURO 5. Itu artinya, dengan hadirnya waste to energy ITF dapat mengurangi permasalahan sampah di Jakarta yang semakin pelik setiap harinya sekaligus juga mengurangi gas emisi yang dihasilkan dari tumpukan sampah.

Sebagai perusahaan perseroan milik daerah, visi dan upaya Jakpro selaras dengan program lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa alias UNEP untuk membatasi perubahan temperatur bumi, setidaknya 1,5 derajat Celcius. Para ahli lingkungan hidup sepakat, paket pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 adalah peluang untuk mengatasi perubahan iklim.

Sementara itu, PBB bersama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Dunia untuk Alam (WWF) berkeyakinan pandemi muncul karena kesalahan manusia dalam mengelola lingkungan. Perusakan hutan dan perdagangan satwa liar ilegal menjadi pendorong utama meningkatnya jumlah penyakit dari hewan ke manusia, termasuk MERS, SARS, dan Covid-19. Ketiga organisasi itu mendorong dunia untuk melakukan perubahan besar. Sinyal ini semakin menguatkan insan Jakpro untuk terus berkomitmen menciptakan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan, di mulai dari Jakarta untuk Indonesia.